Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 07 Mei 2019 09:40 WIB

Tensi Makin Panas, Trump Ancam Naikkan Bea Masuk Produk China

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: BBC World Foto: BBC World
Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menebar ancaman kepada China. Hal itu lantaran belum juga adanya kesepakatan perdagangan yang tercapai.

Melansir Reuters, Senin (6/5/2019), pada hari Minggu waktu setempat kemarin, Trump mengancam akan menaikkan tarif bea masuk AS atas barang-barang Tiongkok senilai US$ 200 miliar minggu ini dan akan menerapkan miliaran dolar lagi dalam waktu dekat.

Langkah ini menandai peningkatan ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia. Hal itu juga menjadi salah satu hasil dari pembicaraan perjanjian perdagangan baru-baru ini.


Dampak hal itu juga membuat pasar saham Dubai merosot dan harga minyak jatuh karena negosiasi diliputi keraguan.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa China sedang mempertimbangkan untuk membatalkan pembicaraan perdagangan minggu ini di Washington sehubungan dengan komentar Trump tersebut.

Salah satu hal yang membuat Trump bersikap seperti itu termasuk rincian bahwa China akan menarik kembali diri dari beberapa komitmen sebelumnya.


"Kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok berlanjut, tetapi terlalu lambat, karena mereka berusaha untuk menegosiasikan kembali. Tidak!" kata Trump dalam akun Twitternya.

Para pejabat AS tidak mempertimbangkan apakah China akan menghadiri pembicaraan minggu ini. Gedung Putih dan Kantor Perwakilan Dagang AS menolak memberikan komentar. Kementerian perdagangan China juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.

"Suasana negosiasi telah berubah," kata seorang pejabat Tiongkok.

Apakah pembicaraan akan dilanjutkan dan bagaimana mereka akan melanjutkan adalah hal yang sedang dievaluasi kembali.

"Semua itu tergantung pada sikap Amerika Serikat," kata pejabat itu.


Tensi Makin Panas, Trump Ancam Naikkan Bea Masuk Produk China
(das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com