Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 08 Mei 2019 09:42 WIB

Pemerintah Berhasil Tekan Inflasi, Perlukah #PecatBudiKarya?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - Tagar #PecatBudiKarya menjadi trending topik di media sosial Twitter sore ini. Kinerja pemerintah dalam urusan perhubungan dinilai warga net masih kurang optimal, khususnya mahalnya harga tiket pesawat yang tak kunjung berhasil diturunkan.

Peneliti Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar Hirawan mengatakan #PecatBudiKarya menjadi pengingat agar upaya pemerintah menekan inflasi selama ini harus tetap dijaga. Mahalnya harga tiket pesawat bisa menjadi salah satu pemicu naiknya inflasi.

"Yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana pemerintah meredam atau mengurangi dampak yang diakibatkan oleh tingginya biaya transportasi ini. Jangan sampai upaya pemerintah yang telah berhasil mengendalikan inflasi di kisaran 3% dalam 4 tahun terakhir tercederai akibat adanya lonjakan biaya transportasi ini," ungkap Fajar kepada detikFinance saat dihubungi, Selasa malam (7/5/2019)

"Karena pastinya (kenaikan biaya transportasi) akan meningkatkan angka inflasi secara bulanan (mom) dan tahunan (yoy) di bulan Mei dan Juni 2019," tambahnya.



Fajar menilai sebetulnya kenaikan biaya transportasi yang diiringi kenaikan harga pangan menjelang hari raya adalah wajar di tiap tahun.

"Sebenarnya tidak ada yang begitu istimewa dari fenomena kenaikan biaya transportasi menjelang hari raya Idul Fitri. Setiap tahun pasti akan terjadi fenomena yang sama, yaitu terjadi kenaikan biaya bahan makanan dan transportasi," kata Fajar.

Dia mengatakan hal tersebut terjadi karena permintaan yang melonjak sedangkan penawarannya stagnan.

"Ini lebih kepada fenomena permintaan yang lebih banyak dari penawarannya. Berdasarkan teori ekonomi, ketika terjadi kelebihan permintaan yang disertai stagnannya sisi penawaran, maka akan menyebabkan kenaikan harga," ungkap Fajar.

Fajar pun mengomentari #PecatBudiKarya yang ramai di media sosial. Dia memandang bahwa hal tersebut bernilai positif, bahwasanya masyarakat sudah paham menyikapi situasi dan tau kepada siapa mengkritisinya.

"Maraknya hashtag tersebut justru menurut saya merupakan hal yang positif karena masyarakat sudah paham betul bagaimana menyikapi situasi ekonomi yang terjadi dan kepada siapa mereka harus melayangkan kritikannya," ungkap Fajar.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com