Ical: Bom Bali II Tak Terlalu Berpengaruh Pada Ekonomi RI

Ical: Bom Bali II Tak Terlalu Berpengaruh Pada Ekonomi RI

- detikFinance
Senin, 03 Okt 2005 15:53 WIB
Jakarta - Peristiwa bom Bali II yang menewaskan 27 orang diyakini kurang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Demikian pula sektor pariwisata tidak terlalu terganggu. Hal ini berbeda dengan bom Bali I pada 12 Oktober 2002 lalu yang memberi dampak yang cukup signifikan."Kemarin kita tidak melihat eksodus di Bandara Ngurah Rai. Berbeda dengan bom Bali I, di mana terjadi eksodus besar-besaran," kata Menko Perekonomian Aburizal Bakrie kepada wartawan dalam jumpa pers mengenai hasil pertemuan tengah tahunan CGI di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (3/10/2005).Namun pria yang biasa disapa Ical ini menambahkan, ada dua hal yang bisa menyebabkan bom Bali II berpengaruh pada pertumbuhan PDB Indonesia.Pertama, jika kunjungan wisatawan turun 25 persen, maka PDB Indonesia akan turun 0,25-0,30 persen. Kedua, kalau kunjungan wisatawan turun 50 persen, maka akan mengurangi PDB sebanyak 0,5-0,60 persen.Namun Ical yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2005 bisa berkisar pada 5,7-5,8 persen. "Kalau yang skenario itu tidak terjadi, bahkan kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 5,9 persen," ujar Ical.Pertumbuhan ekonomi juga tidak terganggu karena infrastruktur pariwisata di Bali tidak mengalami kerusakan akibat bom. "Di Bali, hotel, jalan dan objek wisata lainnya tidak rusak. Yang rusak hanya jaminan keamanan di Bali," tegas Ical.Untuk itu, Ical meminta semua pihak memberi dukungan kepada badan pariwisata di Bali agar bisa meyakinkan bahwa kejadian bom Bali juga bisa terjadi di mana saja. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads