Bom Bali II
RI Minta Bantuan Keamanan CGI
Senin, 03 Okt 2005 15:55 WIB
Jakarta - Meski mengaku kurang sreg dengan sejumlah negara anggota CGI, namun pemerintah Indonesia tetap merasa perlu minta bantuan dari negara-negara kreditur CGI untuk mengatasi peristiwa bom Bali II."Dengan CGI, kami meminta bantuan untuk keamanan. Kepada CGI kita harapkan bisa dapat untuk suatu program yang mencakup security, termasuk untuk equipment keamanan," ujar Menko Perekonomian Aburizal Bakrie kepada wartawan dalam jumpa pers mengenai hasil pertemuan tengah tahunan CGI di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (3/10/2005).Dalam pertemuan tersebut, pria yang akrab disapa Ical ini meminta kerja sama negara-negara anggota CGI untuk menangani masalah bom Bali dengan menyediakan bantuan untuk keamanan.Meski diakui tidak terlalu memberi dampak pada perekonomian, namun menurut Ical, peristiwa bom Bali II bakal memaksa pemerintah utuk menambah anggaran biaya promosi pariwisata. Sayangnya Ical belum bisa menyebutkan berapa penambahan biaya tersebut.Dalam pertemuan tengah tahunan tersebut, pemerintah dan CGI tidak membahas mengenai berapa pendanaan yang akan diberikan kepada Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah hanya menggambarkan perekonomian Indonesia terkini, khususnya mengenai kebijakan menaikkan harga BBM.Negara-negara yang tergabung dalam CGI, menurut Ical, mendukung kebijakan tersebut karena dapat menjaga kestabilan fiskal.Pemerintah Indonesia menjelaskan, ekonomi Indonesia pada semester I-2005 tumbuh 5,9 persen, investasi tumbuh 13,64 persen, ekspor serta konsumsi 3,3 persen. Investasi juga sudah menjadi penggerak perekonomian, setelah sebelumnya selalu didominasi konsumsi.
(qom/)











































