Menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman, rencanannya pihaknya akan melalukan kajian terhadap tiga hal, yakni penyakit, sertifikat halal, dan harga. Bila semua terpenuhi maka pihaknya akan membuka impor dari Argentina.
"Daging kita lihat poin pentingnya, itu bebas penyakit mulut dan kuku, halal, dan harga," ungkap dia di Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (8/5/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Amran mengungkapkan daging sapi yang akan diimpor memiliki kualitas medium dengan rata-rata harga US$ 3 per kilogram (kg) atau setara dengan Rp 42.600 (kurs Rp 14.200).
"Daging harganya lebih murah menurut hitung-hitungan mereka. Harga rata-rata US$ 3 paling tinggi per kg," sambungnya.
Jika Indonesia jadi mengimpor daging dari Argentina, maka bisa menekan harga di pasaran. Hingga saat Indonesia impor daging sapi berasal dari Australia dan Selandia Baru
"Kita nggak masalah, kita terbuka, kita ingin saling berkompetisi sehingga menguntungkan masyarakat Indonesia," tutup dia.
Senada, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Ketut Diarmita juga mengatakan rencana impor daging bisa membuat harga daging lebih bersaing. Sebab tak ada importir yang mengusai pasar.
"Tidak jauh beda dengam Australia tapi bisa bersaing. Kita ini nyari darj berbagai negara suapaya bisa menekan gara-gara agar tidak ada monopoli," tutur Ketut. (hns/hns)











































