Pariwisata Cuekin Bom Bali II

Pariwisata Cuekin Bom Bali II

- detikFinance
Senin, 03 Okt 2005 16:36 WIB
Jakarta - Sektor pariwisata tampaknya cuek atas terjadinya bom Bali II yang menewaskan 22 orang. Hal itu terjadi seiring berkurangnya faktor psikologis ketakutan terhadap bom setelah peristiwa bom Bali I pada 12 Oktober 2002. "Untuk bom Bali I, dampaknya memang cukup signifikan terhadap penurunan pariwisata. Tetapi ini bom Bali II, faktor psikologisnya sudah agak berkurang dari yang pertama dan tidak akan separah bom Bali I," kata Mulyono Muah, Deputi bidang metodologi dan informasi statistik BPS dalam jumpa pers di kantornya, Jl. DR Soetomo, Jakarta, Senin (3/10/2005).Mulyono mengakui, untuk bom Bali I memerlukan recovery yang cukup lama. Namun saat ini, lanjut dia, orang sudah terbiasa dengan masalah teror sehingga wisatawan mancanegara (wisman) sudah mulai mengerti. "Orang sudah terbiasa dengan masalah teror dan sebagainya, sehingga wisatawan sudah mulai tahu apakah mereka akan tegresa keluar. Tetapi saya kira tidak juga," ujar Mulyono.BPS mencatat jumlah wisman yang datang melalui 13 pintu masuk pada Agusutus 2005 mencapai 392,2 ribu orang atau turun 2,99 persen dibanding bulan Juli 2005 sebanyak 404,3 ribu orang. Untuk jumlah wisman yang ke Bali juga mengalami penurunan dari 165,1 ribu orang menjadi 163,6 ribu orang atau turun 0,93 persen. Secara kumulatif dari Januari hingga Agustus, jumlah wisman dari 13 pintu masuk mencapai 2,85 juta orang. Angka tersebut berarti turun 5,39 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 3,01 juta orang. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads