Sri Mulyani: BBM Plus Bom Bali II, Inflasi Bisa Capai 12%

Sri Mulyani: BBM Plus Bom Bali II, Inflasi Bisa Capai 12%

- detikFinance
Senin, 03 Okt 2005 17:27 WIB
Jakarta - Akibat kenaikan BBM hingga 100 persen dan efek bom Bali II, ekspektasi inflasi meningkat. Diperkirakan, inflasi pada tahun 2005 bisa menembus angka dua digit yakni 12 persen. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, bila ada kenaikan BBM akan meningkatkan inflasi sebesar 3 persen."Kalau sekarang inflasi 9 persen, berarti ekspektasi inflasi mencapai 12 persen," kata Meneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati di sela-sela peluncuran Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) di Gedung Depkeu, Jakarta, Senin (3/10/2005).Untuk itu, lanjut Sri Mulyani, BI harus meresponsnya agar inflasi dapat ditekan pada level 1 digit sesuai yang ditargetkan pemerintah. "BI harus merespons pada level dan waktu yang tepat sehingga dapat menekan inflasi," tegas Sri Mulyani.Mantan ekonom UI ini juga mengakui, kenaikan harga BBM ini akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi karena adanya kenaikan suku bunga dan terhambatnya laju investasi. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2005 kurang dari 6 persen yakni sebesar 5,8 persen. Hal berbeda disampaikan Menteri Keuangan Jusuf Anwar yang tetap meyakini inflasi tetap satu digit. Meski ada bom Bali II, Jusuf yakin peristiwa itu tidak akan memberi dampak yang terlalu besar. "Kalau dampak kenaikan BBM by theory setiap kenaikan BBM 10 persen, inflasinya naik 0,3 persen. Itu primernya, sekundernya 0,1 persen. Karena by theory, prakteknya tidak harus linier. Mungkin juga tidak ada dampak inflasi," tambah Jusuf.Hal senada disampaikan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie yang juga meyakini inflasi pada tahun ini tetap di bawah 10 persen. "Tahun depan kita akan mengacu pada angka 8 persen," ujar Aburizal mantap. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads