Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 10 Mei 2019 16:01 WIB

Harga Lagi Mahal, Petani Mulai Tanam Bawang Putih

Hakim Ghani - detikFinance
Foto: Hakim Ghani/detikcom Foto: Hakim Ghani/detikcom
Jakarta - Harga bawang putih kini tengah meroket di pasaran. Di Kabupaten Garut, harganya sempat mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Memanfaatkan peluang tersebut, sebagian petani Garut kini mulai beralih menanam bawang putih.

Seperti para petani di Kampung Cigadog, Desa Cigadog, Kecamatan Sucinaraja. Para petani di kampung ini mulai beralih menanam bawang putih karena tergiur untung besar.

"Kebanyakan petani di sini menanam bawang merah awalnya, tapi sekarang kita pindah ke bawang putih," ujar Dindin (56), petani bawang, kepada wartawan di kebun miliknya, Jumat (10/5/2019).

Jumat (10/5/2019) siang, Bupati Garut Rudy Gunawan bersama para petani memulai proses penanaman bawang di perkebunan Kampung Cigadog.


Para petani mengaku sebelumnya enggan menanam bawang putih lantaran kerap gagal dalam proses panen karena tumbuh tidak sempurna. Akhirnya para petani memilih komoditas lain.

"Sering gagal kalau dulu. Tapi sekarang sudah dapat ilmunya, dibekali ilmu nanamnya, Insya Allah lancar dan hasilnya bagus," kata Dindin.

Bupati Rudy mendorong para petani untuk kembali menanam bawang putih yang kini tengah mahal harganya dan diimpor dari luar negeri.

Rudy mengatakan Pemkab Garut kini bekerjasama dengan pihak ketiga untuk menanam bawang putih di lahan seluas 42 hektare yang diprediksi akan menghasilkan 150 ton dalam 100 hari ke depan.

"Komoditi bawang putih ini cukup menjanjikan juga nilai ekonomisnya lebih besar dan kebutuhannya lebih banyak. Kalau hari ini bawang putih harganya Rp 40 ribu saja, kalau petani dapat 5 ton bisa untung Rp 150 juta dan ini sangat menjanjikan bagi para petani," ungkap Rudy kepada wartawan di lokasi yang sama.

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed