ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 13 Mei 2019 20:45 WIB

KEIN Minta Eksportir Sawit Olah Bahan Baku Lebih Kreatif

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Foto: Moch Prima Fauzi/detikcom Foto: Moch Prima Fauzi/detikcom
Jakarta - Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir mendorong para pelaku usaha yang melakukan ekspor bahan baku agar memproses olahan tersebut secara kreatif menjadi produk jadi. Salah satu yang dicontohkan adalah ekspor kelapa sawit.

Hal itu dilakukan agar produk tersebut memiliki nilai tambah, sehingga bisa memperbesar nilai ekspor.

"Nah swasta ini harus kita ajak bicara, untuk meningkatkan hasil ekspornya yang berbahan baku, misalnya kelapa sawit bisa diproses dulu. Bahkan sabun, parfum dan lain-lain. Nah itu nilai added valuenya sangat tinggi. Sehingga ekspor kita naiknya langsung bisa, untuk mencapai 200 miliar USD itu saya kira tidak terlalu susah," ungkap Soetrisno dalam acara Pengkajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di gedung ITB Ahmad Dahlan, Tangerang, Senin (13/5/2019).


Menurut Soetrisno, hal ini menjadi peluang Indonesia untuk bersaing terutama di negara ASEAN. Ia menyebut saat ini Indonesia masih kalah nilai ekspornya dari Thailand, Vietnam bahkan Malaysia. Oleh karenanya, dengan cara mengolah terlebih dulu, Indonesia menurutnya dapat mengejar ketertinggalan ekonomi.

"Indonesia sekarang ekspornya kalah dengan Thailand dengan Vietnam bahkan, Malaysia. Saya kira kalau kita fokus dua tahun lagi kita itu harus mancapai 200 miliar USD. Itu saya kira bisa, kalau kita fokus mengatasi persoalan yang kita hadapi secara detail dan bersinergi antara dunia usaha, pendidikan dan pemerintah," ujarnya.

Soetrisno menyadari bahwa eksportir terbesar di Indonesia dilakukan oleh swasta. Ia pun menyarankan agar swasta diajak berunding bersama pemerintah untuk bersinergi agar meningkatkan nilai ekspor.


"Indonesia mempunyai kelebihan kita itu mempunyai SDA ada semua tinggal bagaimana mengolahnya menjadi industri yang kompetitif. Sekarang kita kan ekspor bahan baku kemudian diolah di luar negeri diimpor lagi ke sini. Kita mestinya ekspor sudah menjadi barang jadi untuk ekspor," tuturnya.

"Karena nggak mungkin pemerintah menargetkan ekspor tapi tidak bicara dengan swasta, pelaku ekspor itu," imbuhnya. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com