Harga Kebutuhan Pokok Terus Melonjak
Selasa, 04 Okt 2005 16:53 WIB
Jakarta - Pascakenaikan harga BBM, menjelang puasa, dan Lebaran, harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah terus mengalami lonjakan. Namun pemerintah menilai kenaikan harga itu masih dalam batas wajar.Data Departemen Perdagangan (Depdag), Selasa (4/10/2005), mencatat harga beras dolog tertinggi terjadi di Jambi Rp 3.900 per kilogram. Gula pasir tertinggi di Jayapura Rp 6.700/kg, minyak goreng curah tertinggi di Denpasar Rp 7.000/kg.Minyak goreng kemasan tertinggi terjadi di Aceh Rp 8.000/kg. Daging sapi tertinggi Rp 70.000/kg terjadi di Aceh. Harga ayam tertinggi di Jayapura sampai Rp 24.000/kg, ayam kampung tertinggi Rp 30.000 di Ambon.Telur ayam negeri tertinggi di Gorontalo Rp 15.300/kg. Telur ayam kampung tertinggi di Jayapura 44.000/kg. Cabai kering tertinggi 27.000/kg di Medan. Cabai merah biasa tertinggi Rp 37.500/kg di Aceh.Sedangkan harga di pasar tradisional Cipete Jakarta, tercatat harga telur ayam Rp 9.500/kg naik dibandingkan tiga hari sebelumnya Rp 8.000/kg. Harga minyak curah dari Rp 5.300/kg naik menjadi Rp 5.500/kg.Harga gula Rp 5.500-6.500/kg, gula jawa naik dari Rp 5.000/kg ke Rp 6.000/kg. Tepung terigu naik dari Rp 5.200/kg menjadi Rp 6.000/kg. Beras IR naik dari Rp 2.500/kg menjadi Rp 2.800/kg, beras pandan wangi naik dari Rp 3.000/kg menjadi Rp 3.500/kg. Harga daging naik dari Rp 46.000/kg menjadi Rp 48.000/kg. Sedangkan harga ikan naik rata-rata Rp 1.000/kg.Menurut Menteri Perdagangan Mari Pangesu, dari laporan yang masuk, tidak ada kenaikan harga yang signifikan. Kenaikan harga lebih dipicu oleh naiknya biaya transportasi sebesar 23 persen."Tapi jangan semua kenaikan harga barang pokok dikaitkan dengan harga BBM, karena ada faktor eksternal, misalnya cuaca," ujar Mari di kantornya, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (4/10/22005).Mari menilai, kenaikan harga barang pokok saat ini masih wajar. Namun demikian, pemerintah akan terus melakukan pemantauan untuk melihat harga-harga yang tidak wajar. Diakui, faktor kenaikan harga barang kali ini lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga BBM pada 1 Maret lalu yang hanya sebesar 0,5-6 persen.
(ir/)











































