Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 15 Mei 2019 14:38 WIB

Neraca Dagang Tekor, RI Gemar Impor Plastik hingga Kapur April 2019

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia pada April 2019 tercatat defisit atau tekor sebesar US$ 2,50 miliar. Angka ini menjadi terparah sejak Indonesia merdeka.

Angka defisit neraca perdagangan didapat karena nilai ekspor pada April 2019 sebesar US$ 12,6 miliar sedangkan nilai impor US$ 15,10 miliar.

Ada 10 barang non migas yang nilai ekspor dan impornya tertinggi dan memberikan dampak signifikan terhadap neraca perdagangan April 2019.



Berikut 10 barang non migas yang mempengaruhi ekspor dan impor pada April 2019:

10 barang ekspor non migas tertinggi

1. Bahan Bakar Mineral US$ 1,92 miliar
2. Lemak dan minyak hewan nabati US$ 1,11 miliar
3. Kendaraan dan bagiannya US$ 594,3 juta
4. Mesin atau peralatan listrik US$ 483,4 juta
5. Besi dan baja US$ 557,8 juta
6. Perhiasan permata US$ 285,7 juta
7. Karet dan barang dari karet US$ 551,7 juta
8. Mesin-mesin atau pesawat mekanik US$ 383,6 juta
9. Alas kaki US$ 376 juta
10. Pakaian jadi bukan rajutan US$ 328,1 juta


10 barang impor non migas tertinggi

1. Mesin peralatan listrik US$ 1,65 miliar
2. Plastik dan barang dari plastik US$ 757,7 juta
3. Serealia US$ 293,7 juta
4. Pupuk US$ 194,5 juta
5. Bubur kayu US$ 136,7 juta
6. Gula dan kembang gula US$ 161,1 juta
7. Filamen buatan US$ 163,7 juta
8. Garam, belerang, kapur US$ 71,2 juta
9. Kapal laut dan bangunan terapung US$ 104,8 juta
10. Kendaraan bermotor atau komponen US$ 45,8 juta.

(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com