Menjelang Bulan Puasa
Permintaan Terigu Naik 20 Persen
Selasa, 04 Okt 2005 17:14 WIB
Jakarta - Meski puasa belum dimulai, namun permintaan terigu sudah meningkat hingga 20 persen. Diperkirakan, selama puasa permintaan terigu bisa melonjak hingga 30 persen. "Saat awal puasa, biasanya permintaan turun dan setelah itu permintaan akan kembali meningkat. Peningkatan permintaan tepung terigu pada bulan puasa biasanya mencapai 30 persen," kata Franciscus Welirang, Wakil Presiden Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang menangani Divisi Terigu Bogasari dalam penjelasan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (4/10/2005).Menurut pria yang akrab disapa Franky ini, meningkatnya permintaan terigu tersebut disebabkan meningkatnya aktivitas para pelaku usaha yang meningkat untuk mengejar target produksi menjelang Lebaran.Bogasari juga siap menambah produksinya hingga 15-20 persen untuk mencukupi kebutuhan terigu menjelang Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Kenaikan produksi tersebut diharapkan mampu mencukupi permintaan sehingga tidak ada gejolak. Saat ini stok terigu secara nasional masih dalam jumlah memadai. Stok gandum nasional diperkirakan mencapai angka 730.000 ton pada akhir tahun ini. Angka ini menurut Franky dipandang aman jika melihat rata-rata konsumsi terigu nasional hanya mencapai angka 350.000 ton per bulan. Mengenai gandum dunia, menantu Soedono Salim ini menjelaskan, saat ini harganya telah mencapai angka tertinggi di akhir bulan September 2005 yaitu sebesar US$ 179 per ton untuk harga CNF jenis Hard Red Winter Ordinary. Angka tersebut merupakan harga gandum tertinggi dalam satu tahun terakhir. Terus melemahnya kurs rupiah, juga sangat berpengaruh terhadap ongkos belanja gandum yang merupakan komoditi impor. Sedangkan komponen gandum mencapai 90 persen dari struktur biaya produksi terigu. Faktor kurs dan ongkos angkut ini cepat atau lambat akan menyebabkan kenaikan harga terigu secara bertahap.Mengenai kenaikan BBM 1 Oktober, Franky menegaskan bahwa hal itu tidak akan berpengaruh terhadap pasokan bahan baku terigu. Namun begitu, kenaikan BBM berimbas kepada naiknya ongkos angkut laut dan darat sekitar 15-20 persen. Beberapa pelayaran nasional seperti Samudra Indonesia, malah sudah memberlakukan tarif baru dengan kenaikan 18 persen sejak pertengahan September lalu.Berdasarkan data APTINDO (Asosiasi Produsen Terigu Nasional) diperkirakan terjadi peningkatan kebutuhan terigu 4 persen di tahun ini dibanding tahun 2004. Total penjualan terigu nasional di 2004 tercatat sebesar 3,3 juta ton, dan di akhir 2005 ini diperkirakan penjualan terigu nasional mencapai angka 3,5 juta ton.
(qom/)











































