Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 17 Mei 2019 09:36 WIB

Trump Naikkan Tarif Impor China, Pakaian hingga Furnitur Jadi Mahal

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: BBC World Foto: BBC World
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja menaikkan tarif impor produk China ke AS dari 10% menjadi 25%. Langkah Trump ini diproyeksi menimbulkan masalah yang lebih buruk bagi AS sendiri.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/5/2019), Walmart Inc mengatakan, harga-harga barang yang dibeli bakal naik karena tarif yang lebih tinggi pada barang-barang dari China. Hal ini diproyeksi setelah pengecer terbesar di dunia tersebut membandingkan laporan pertumbuhan penjualan kuartal pertamanya tahun ini dalam sembilan tahun terakhir.

Walmart memproyeksi dampak tarif tersebut pada konsumen setelah Macy's Inc memberikan peringatan serupa sebelumnya. Chief Executive Macy's Inc Jeff Gennette mengatakan tarif impor China memukul bisnis furniturnya dan mengingatkan investor bahwa pungutan tambahan juga bakal membuat harga barang-barang seperti pakaian dan aksesoris ikut terpengaruh.


Langkah Trump menaikkan tarif impor China secara luas diperkirakan akan menaikkan harga pada ribuan produk termasuk pakaian, furnitur dan elektronik.

Chief Financial Officer Walmart Brett Biggs mengatakan, tarif yang lebih tinggi akan mengakibatkan kenaikan harga bagi konsumen. Dia mengatakan perusahaan akan berusaha untuk meringankan 'rasa sakit' tersebut dengan cara mencoba mendapatkan produk dari berbagai negara lain dan mengantisipasi biaya pemasok untuk mengatasi tarif yang lebih tinggi.

Analis Moody, Charlie O 'Shea mengatakan dampak potensial pada Walmart dan pembeli dari tarif dibatasi oleh bisnis makanannya. Operasi toko kelontongnya, yang meliputi makanan segar, memberikan kontribusi sekitar 56% terhadap pendapatan keseluruhan.

"Kami percaya Walmart memiliki sarana baik secara finansial maupun melalui hubungan vendornya untuk meminimalkan dampak pada dirinya dan basis belanja," katanya.

Chief Executive Officer Walmart AS Greg Foran mengatakan bakal mempertahankan posisi sebagai toko ritel dengan harga murah dan mengelola biaya berdasarkan barang.

"Tetapi posisi itu telah terancam sebagian, dengan meningkatnya persaingan dari rantai diskon," katanya.


Vendor Walmart sendiri mulai menaikkan harga. Di antaranya Del Monte Foods, yang memasok barang segar dan kemasan ke Walmart, termasuk jeruk mandarin yang diimpor dari China. Harga akan kian mahal lagi dengan tarif yang naik.

"Ini bukan hanya tarif. Biaya transportasi naik, biaya tenaga kerja naik. Ini adalah lingkungan inflasi," kata CEO Del Monte Greg Longstreet.

"Banyak yang harus diteruskan. Konsumen harus membayar lebih untuk banyak barang penting," tambahnya. (eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed