Elnusa Akan Bangun Kilang BBM Senilai US$ 2,5 Miliar
Rabu, 05 Okt 2005 14:23 WIB
Jakarta -
Anak usaha Pertamina, PT Elnusa Harapan, sedang melakukan kajian untuk membangun kilang BBM dengan kapasitas 300 ribu barel per hari. Kilang baru in diharapkan sudah mulai operasi pada tahun 2009. "Nilai investasinya sekitar US$ 2,5-3 miliar," kata Dirut PT Elnusa Rudy Radjab di Kantor Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (5/10/2005).Namun Rudy, belum mau merinci lebih jauh soal pendanaan tersebut. Saat ini, aku Rudy, pihaknya sedang menyelesaikan proses konfigurasi untuk mempertimbangkan lokasi kilang. Pilihan lokasi tersebut adalah Banten, Jawa Tengah bagian selatan dan Riau.Hasil produksi kilang ini nantinya sebesar 70 persen akan diekspor ke China dan 30 persen untuk pasar dalam negeri. Dua perusahaan minyak asal China, yaitu Sinopec dan CNPC (China National Petroleum Company) sudah menandatangani kontrak tersebut."Kita off taker kontrak dengan Sinopec dan CNPC sebanyak 200 ribu barel per hari dan sisanya 100 ribu barel per hari untuk kebutuhan dalam negeri," kata Rudy.Kilang itu nantinya akan mendapat pasokan minyak jenis very heavy crude dari Iran sebanyak 100 ribu barel per hari, yang akan diolah menjadi produk middle destilation.Menurut Rudy, untuk studi kelayakan membutuhkan waktu selama dua bulan dan akan selesai akhir tahun 2005. Sedangkan tahun depan akan dimulai feasibility studi selama 11 bulan. Awal 2007 diharapkan sudah dilakukan engeneering procurement and construction (EPC), dan baru pada 2009 dimulai on stream. Pembangunan kilang ini rencananya akan dikerjakan bersama dengan Mulia Group.Menanggapi pembangunan kilang baru itu, Direktur Pemasaran dan Niaga Ditjen Migas Errie Sudarmo mengatakan, Elnusa belum mengajukan izin secara formal. Izin pembangunan kilang yang sudah diberikan Ditjen Migas adalah kepada Henoco sebanyak 250 ribu barel per hari, Selayar sebesar 250 ribu barel per hari, Kilang Muba sebesar 500 ribu barel per hari, Intan Jaya Mandiri sebesar 300 barel per hari, serta kilang LNG Oil Pacific dan Gas Indonesia.
(ir/)










































