Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 21 Mei 2019 02:33 WIB

Lipsus Mudik Mewah

Ramai Fenomena Mudik Mewah, Apa Penyebabnya?

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
FOKUS BERITA Sensasi Mudik Mewah
Jakarta - Mudik menjadi salah satu kebutuhan hari raya banyak orang. Berbagai sarana transportasi pun menjadi pilihan para pemudik untuk mengantarkan dirinya sampai ke kampung halaman.

Di tengah hiruk pikuknya mudik ini, muncul fenomena unik, yaitu fenomena dengan mudik mewah. Berbagai sarana transportasi pun disiapkan mulai dari helikopter hingga bus mewah.

Bukan hanya mewah, tarif yang selangit pun dipatok untuk menumpang mudik dengan beberapa sarana mewah tersebut. Mudik mewah seakan menjadi fenomena yang kontras dengan kenyataan banyak orang yang justru berebut dan mencari tiket paling murah untuk mudik.

Lalu mengapa fenomena ini terjadi, apa penyebabnya?


Pengamat Sosial Vokasi Universitas Indonesia Devie Rahmawati menyatakan fenomena ini sebetulnya wajar terjadi. Pasalnya, memang banyak orang yang ingin mudiknya nyaman.

Sebelum itu, Devie menjelaskan bahwa mudik sendiri merupakan ritual yang dinikmati dan dilakukan oleh semua kalangan tanpa memandang latar belakang ekonomi atau yang lainnya. Maka tidak heran ada pula beberapa golongan 'crazy rich' yang juga ingin bermudik, dan mereka mencari sarana paling nyaman.

"Mudik itu kan menjadi sebuah ritual yang dinikmati dan dilakukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan tidak peduli latar belakang ekonomi, rasnya, bahkan agamanya kita semua mengenal itu," papar Devie saat berbincang dengan detikFinance.

"Kalau dilihat mudik ada seakan akan peningkatan fasilitas sebenarnya bukan hal baru, karena kan mudik ini semua kalangan, untuk kalangan dengan tanda kutip tertentu, mungkin dia butuh kenyamanan," tambahnya.


Devie menilai dari kebutuhan akan kenyamanan itu lah yang mencetuskan fenomena mudik mewah ini terjadi. Bagaikan ada gula ada semut, para pengusaha melihat ini sebagai peluang yang besar menurut Devie.

Pengusaha pun dinilai Devie menangkap peluang besar tersebut dan mengimplementasikannya dengan memberikan sarana dan fasilitas mudik mewah untuk memunculkan kenyamanan yang dicari banyak pihak.

Sederhananya, kalau kata Devie, "ya ini cuma supply demand aja kalau bahasa ekonominya."

"Itu yang kemudian ditangkap para pebisnis untuk memanfaatkan kue ekonomi yang tersedia saat ini," tambahnya.

Lagipula, Devie juga menilai bagi para penggunanya selama dia mampu untuk membiayai fasilitas tersebut kenapa tidak dilakukan. Karena mudik menurutnya ritual, mungkin dengan fasilitas-fasilitas mewah ini dapat menyempurnakan ritualnya.

"Hal yang wajar bila kita miliki uang bukan hal yang salah kalau mencari fasilitas yang nyaman, agar ritual mudik semakin sempurna ya," katanya.


Perencana Keuangan Andi Nugroho pun menilai bahwa fenomena mudik mewah ini memang wajar saja terjadi. Terlebih lagi kalau menurut Andi salah satu yang harus diperhatikan saat memilih sarana untuk mudik adalah kenyamanan.

Kalau seorang pemudik memiliki dana yang cukup untuk menggunakan mudik mewah kenapa tidak kalau menurut Andi. "Menurut saya sih sah sah aja, asalkan dananya ada memungkinkan ya kenapa nggak," kata Andi kepada detikFinance.

Tapi, ada satu hal yang harus tetap diperhatikan dan diingatkan oleh para pemudik mewah ini. Andi mempersilakan untuk menggunakan mudik mewah ini, asalkan si pemudik tetap mengatur keuangannya, setidaknya sudah menyisihkan sebagian uangnya untuk kebutuhan bulan depan.

"Asalkan si penumpang nggak keganggu cash flownya, masih memungkinkan untuk bulan depan ya sah-sah aja. Itu ya tergantung kenyamanan aja," kata Andi.

(zlf/zlf)
FOKUS BERITA Sensasi Mudik Mewah
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed