Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 21 Mei 2019 12:53 WIB

Nike dan Adidas Protes ke Trump soal Tarif Impor dari China

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Produsen sepatu olahraga Nike, Adidas, Under Armour dan Foot Locker mengirimkan surat protes kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan memberikan tarif pada sepatu impor asal China.

Menurut mereka, hal tersebut adalah bencana besar untuk perusahaan dan konsumen di AS. "Tindakan yang diambil Presiden untuk meningkatkan bea masuk alas kaki asal China akan berdampak langsung pada konsumen di Amerika Serikat. Ini juga akan mengancam keberlangsungan perusahaan di industri sepatu," tulis surat tersebut dikutip dari CNN Business, Selasa (21/5/2019).

Surat tersebut diunggah di sebuah situs distributor alas kaki eceran Amerika, yakni sebuah kelompok perdagangan sepatu di negeri Paman Sam tersebut. Surat tersebut juga ditujukan untuk Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Sekretaris Departemen Perdagangan AS Wilbur Ross dan Direktur dewan ekonomi nasional AS Larry Kudlow.

Memang awal bulan ini, Trump meningkatkan tarif impor barang dari China menjadi US$ 200 miliar. Untuk jenis barang industri, komponen, topi hingga sarung tangan. Selain itu, Trump juga meningkatkan tarif 25% untuk barang China dan belum kena pajak. Daftar ini termasuk sepatu keds, mainan hingga barang lainnya.



Distributor dan pengecer alas kaki AS menyebut pihaknya sudah menghitung jika diberlakukan tarif 25% maka biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh mereka adalah US$ 7 miliar setiap tahunnya.

"Kami yakin kenaikan biaya impor sepatu ini akan berdampak langsung untuk konsumen di AS," tulis perusahaan tersebut.

China memang menjadi pemasok sepatu untuk produsen keluaran AS. Pada 2017 Cina menyumbang 72% dari seluruh alas kaki yang diimpor ke AS.

Sementara itu untuk Nike saat ini 26% produksi sepatunya dilakukan di China. Nike menyebut, China adalah sumber penting untuk pasar konsumen sepatu di AS.

Dalam surat juga disebutkan, perusahaan tak mungkin memindahkan pabriknya dari China dalam waktu cepat. Menurut mereka, alas kaki adalah industri yang padat modal dan dibutuhkan perencanaan bertahun-tahun untuk menjalankan bisnis tersebut.




Simak Juga 'Indonesia Waspadai Dampak Perang Dagang AS-China!':

[Gambas:Video 20detik]

(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed