Pemerintah Akan Tingkatkan Ekspor Non Migas
Rabu, 05 Okt 2005 20:51 WIB
Jakarta - Pemerintah akan berusaha keras meningkatkan ekspor non migas melalui lima langkah. Kelima langkah itu antara lain, menurunkan ekonomi biaya tinggi, memperlancar arus barang, meningkatkan daya saing ekspor, meningkatkan promosi ekspor dan meningkatkan fasilitas perdagangan."Angka pertumbuhan ekspor non migas Januari hingga Juli 2005 cukup menggembairakan. Ada pertumbuhan 27,69 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Untuk itu pemerintah akan terus meningkatkannya," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Pameran Produk Ekspor 2005 di Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/10/2005).Dengan lima langkah itu, diharapkan akan dapat meningkatkan lapangan kerja baru yang sangat diperlukan saat ini. Namun langkah itu harus dilakukan secara terpadu antara pemerintah dan dunia usaha.Dunia Usaha KelimpunganDalam kesempatan yang sama, Ketua Kadin MS Hidayat menilai kenaikan BBM industri yang akan berlaku 8 Oktober nanti akan memicu maraknya spkeluasi sehingga mengganggu distribusi minyak. "Penimbun harus dihajar," katanya. Dunia usaha juga, kata Hidayat, bermasalah dengan BI rate yang menjadi 11 persen. "Ini dilematis. Tujuan BI melakukannya untuk mengatasi inflasi tapi akibatnya ke dunia usaha suku bunga pinjaman menjadi di atas 17 persen," ujarnya ."Ini lah yang harus diwaspadai dan akan menimbulkan masalah baru. Diperkirakan kredit macet akan meningkat," tukasnya.Saat ini, kata Hidayat, sektor retail sudah melaporkan daya beli masyarakat golongan ke bawah sudah anjlok dalam 6 bulan terakhir di atas 10 persen. Sehingga penjual menjual dengan harga murah karena orang tidak mampu membelinya.
(mar/)











































