Mendag: Impor Gula Tak Akan Distorsi Pasar
Rabu, 05 Okt 2005 20:58 WIB
Jakarta - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menegaskan, rencana impor gula tidak akan mengganggu atau mendistorsi pasar gula dalam negeri. Alasannya harga gula internasional saat ini sudah tinggi dan ditambah nilai rupiah yang melemah sehingga melemahkan daya beli."Harga gula impor nantinya di tangan pedagang Rp 4.800 - Rp4.900 dengan harga sampai ke konsumen Rp 5.500 per kilogram. Apabila mengimpor dengan tarif lama, harga bisa di atas Rp 6 ribu," kata Mari di sela-sela Pameran Produk Ekspor 2005 di Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/10/2005).Perhitungan harga ke konsumen Rp 5.500 dikarenakan saat ini tarif bea impor gula sudah diturunkan menjadi Rp 530 per kilogram dari sebelumnya Rp 790 per kilogram. Selain itu, harga gula internasional saat ini mencapai US$ 330 per ton dengan asumsi nilai kurs Rp 10.500Harga ini jauh di atas harga gula dalam negeri dan harga dasar pembelian petani tebu yang sebesar Rp 3.800 per kilogram. Rencana impor ini sudah disosialisasikan ke Asosiasi Petani Tebu. "Mereka tidak keberatan soal impor ini," urainya. "Keputusan impor akan diputuskan besok dalam rapat gula," kata Mari. Sedangkan, Menteri Pertanian Anton Apriantono mengatakan jumlah gula yang akan diimpor direncanakan akan separuh dari impor gula tahun lalu yaitu sekitar 250 ribu ton.
(mar/)











































