Restoran hingga Warung Kaki Lima Jadi Korban Perusuh 22 Mei

Restoran hingga Warung Kaki Lima Jadi Korban Perusuh 22 Mei

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Jumat, 24 Mei 2019 04:07 WIB
Restoran hingga Warung Kaki Lima Jadi Korban Perusuh 22 Mei
Jakarta - Kerusuhan dari aksi 22 Mei kemarin ternyata berimbas ke restoran hingga warung kaki lima di sekitar jalan Sabang, Jakarta Pusat. Bagaimana tidak, mereka harus menanggung kerugian hingga ratusan juta.

Beberapa dampak kerusuhan paling terlihat di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Hal itu dikarenakan posisi yang berdekatan dengan Bawaslu, titik utama dari aksi.

Lantas, bagaimana ulasan selengkapnya? Dirangkum detikFinance, begini ceritanya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Sederet Restoran Rusak dan Tutup

Foto: Restoran di Jalan Sabang Terimbas Aksi 22 Mei (Puti Aini Yasmin/detikFinance)
Sederet restoran yang terletak di Jalan Sabang, Jakarta Pusat rusak dan terpaksa tutup. Kerusakan terjadk akibat lemparan batu hingga kebakaran.

Adapun, restoran tersebut steak Abuba dan rumah makan padang Garuda serta berdampingan langsung dengan Pos Polisi Sabang yang terbakar.

Adapun, kondisi atap pos polisi (pospol) hancur terbakar si jago merah. Sedangkan bangunannya masih tersisa sebagian.

Menurut pegawai Abuba, Fikri api yang membakar Pospol ini merembet melalui jaringan listrik dan merusak papan nama Abuba. Selain itu, jendela restoran juga dilempari batu hingga pecah.

"Ini tutup karena api dari Pospol merembet ke papan namanya. Terus jendela juga dilempar batu, pecah. Mau diperbaiki dulu," kata dia kepada detikFinance.

Sedangkan, restoran garuda terlihat ikut terbakar di bagian belakang sehingga belum dapat beroperasi hari ini.

2. Kerugian Capai Ratusan Juta

Foto: Restoran di Jalan Sabang Terimbas Aksi 22 Mei (Puti Aini Yasmin/detikFinance)
Rumah makan Padang Garuda mengaku harus menanggung kerugian hingga ratusan juta. Sebab bagian dapur lantai satu dan dua dilapap si jago merah.

Salah satu karyawan bagian perbelanjaan, Rayan menjelaskan kebakaran itu merusa mulai dari pipa air, listrik, hingga dinding.

"Ini habis kebakar bagian dapur, lantai ini dan dua. Pipa air, listrik, AC ini kena, rusak," katanya saat berbincang dengan detikFinance.

Ia pun mentaksir kerugian akibat kebakaran ini bisa mencapai ratusan juta. "Bisa ratusan juta ini, namanya juga kebakaran," jelas dia.

Sementara itu, restoran mulai direnovasi pada hari ini. Ia menargetkan dalam waktu satu minggu restoran dapat beroperasi normal kembali.

"Ini sudah mulai renovasi. Paling seminggu ini selesai," tutup dia.

Sementar, salah satu karyawan Abuba, Fikri mengungkap kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

3. Pedagang Raup Untung

Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Tak hanya kerusakan, ternyata pedang lain justru merasakan durian runtuh. Bagaimana tidak, penjualan di hari aksi tersebut meningkat 20%.

Pedagang nasi goreng bernama Erwin ini mengaku telah berjualan sebagai pedagang kaki lima di Jalan Sabang, Jakarta Pusat sejak tahun 1990.

Ia menjelaskan alasannya tetap berjualan saat aksi 22 Mei kemarin karena menilai tak akan ada kerusuhan, seperti hari sebelumnya (21 Mei). Ia pun mulai membuka dagangannya sejak pukul 17.00 WIB.

"Ya jualan kemarin soalnya nggak mikir ada rusuh juga sih. Dari jam 5 sudah buka," kata dia saat berbincang dengan detikFinance.

Lebih lanjut, ia menjelaskan saat mulai membuka dagangannya langsung dipenuhi massa yang ingin berbuka puasa. Bahkan ia memperkirakan terjadi kenaikan jumlah pembelu hingga 20%.

"Sore itu langsung ramai orang-orang itu (massa aksi 22 Mei), dari daerah kan ngobrol-ngobrol juga. Kira-kira 20% lah naik," sambungnya.

Hanya saja, untuk menghindari kericuhan yang terjadi semalam ia memilih menutup dagangannya lebih cepat, yakni pukul 01.00 dini hari. Padahal, biasanya ia bisa berjualan hingga pukul 02.00 WIB.

"Tapi kemarin akhir-akhir emang agak ricuh. Jadi balik lebih cepat tuh jam 01.00 pagi. Biasanya bisa sampai jam 02.00 WIB," tutupnya.
Halaman 2 dari 4
(dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads