Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 24 Mei 2019 14:30 WIB

Tiket Pesawat Mahal Diprediksi Jadi Pemicu Inflasi Mei

Vadhia Lidyana - detikFinance
Menko Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Dok. Kemenko Perekonomian Menko Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta - Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mahalnya harga tiket pesawat bakal menjadi pemicu terbesar inflasi pada Mei 2019. Ini karena pengeluaran masyarakat bakal lebih besar untuk membeli tiket pesawat.

"Memang kalau tiket pesawat itu ada turunnya tapi pasti nggak banyak. Jadi dia nggak balik lagi. Nah, pertanyaan sebetulnya adalah bukan besarnya perubahan harga dari suatu barang atau jasa, tapi pertanyaannya adalah seberapa besar peranan dari pengeluaran rumah tangga untuk barang atau jasa itu," jelas Darmin ketika ditemui di kantornya, di Jakarta, Jumat (24/5/2019).

"Nah tiket pesawat mungkin dia agak besar lah pengaruhnya di dalam pengeluaran rumah tangga, artinya lebih besar dari bawang putih," sambung mantan Gubernur Bank Indonesia itu.


Darmin membandingkan dengan bawang putih, karena bawang putih sendiri sempat mengalami lonjakan harga hingga 120%. Ia mengatakan, walaupun harganya naik, namun andil di dalam pengeluaran rumah tangga sangat kecil.

"Bawang putih naiknya 120%. Tapi dalam pengeluaran rumah tangga dia cuma 0,01%, kalikan saja. Dampaknya nggak banyak," tutur Darmin.

Darmin menyimpulkan, bawang putih yang kini harganya berangsur turun bisa dikeluarkan dari daftar faktor inflasi. Tiket pesawat yang masih harus diperhatikan karena tarifnya masih cukup tinggi.

"Memang yang akan pengaruhnya muncul di inflasi katakanlah untuk bulan Mei. Ya bawang putih pun nggak perlu lagi. Karena dia sudah sempat turun. Yang mungkin dampaknya ada, adalah tiket pesawat. Dia sudah ada turun, tapi turunnya tidak besar. Walaupun naiknya bukan bulan Mei saja, lho. Itu sudah terjadi dulu di bulan-bulan lain," tegasnya.


Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya inflasi sebesar 0,44% di April 2019. Besaran inflasi tersebut berdasarkan pemantauan di 82 kota.

"Kalau dilihat selama April perkembangan harga berbagai komoditas secara umum alami kenaikan. Hasil pemantauan di 82 kota terjadi inflasi 0,44%," kata Kepala BPS Suhariyanto saat jumpa pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2018).

Dengan angka inflasi sebesar 0,44% di April, maka inflasi tahun kalender (dari Januari hingga April 2019) sebesar 0,80%. Sedangkan, secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 2,83%. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com