HKTI Desak Pemerintah Percepat Kenaikan Harga Beli Gabah

HKTI Desak Pemerintah Percepat Kenaikan Harga Beli Gabah

- detikFinance
Kamis, 06 Okt 2005 15:56 WIB
Jakarta - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendesak pemerintah mempercepat pemberlakuan kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras per Oktober. Pemerintah rencananya baru akan menetapkan keputusan ini pada 1 Januari 2006. HKTI mengusulkan harga gabah kering pungut (GKP) menjadi Rp 1.750, sementara usulan pemerintah Rp 1.735. Untuk harga gabah kering giling, HKTI mengusulkan dalam kisaran Rp 2.250- Rp 2.350. "Kami yakin, Menteri Pertanian mendukung," kata Ketua Harian HKTI Benny Pasaribu kepada wartawan di Gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (6/10/2005). Desakan itu muncul setelah pemerintah menaikkan harga BBM pada awal Oktober lalu. HKTI menilai, usulan kenaikan HPP sudah mencukupi dengan asumsi harga pupuk dan transportasi khususnya pedesaan naik. "Kalau itu tidak segera diberlakukan, pemerintah harus mencari kebijakan yang bisa membantu petani dalam waktu 3 bulan ini," katanya. HKTI juga menolak rencana pemerintah untuk mengimpor beras. HKTI beralasan stok beras nasional saat ini sudah mencukupi bahkan mengalami surplus karena panen raya tahun ini. "Stok hingga bulan Desember sudah mencapai 1,6 juta ton. Impor beras sebaiknya ditunda," ujarnya. Menyikapi mahalnya BBM, HKTI juga setuju penggunaan energi alternatif misalnya dari tanaman Jarak. HKTI sudah bekerja sama dengan lembaga seperti IPB dan ITB untuk mengembangkan biodiesel dari tanaman Jarak ini. "Ini akan meningkatkan pendapatan petani. Dana bantuan dari kompensasi BBM pun akan tepat bila digunakan untuk mengolah lahan dan bibit tanaman Jarak," ujarnya. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads