Pemerintah Putuskan Impor Gula 300 Ribu Ton
Kamis, 06 Okt 2005 17:22 WIB
Jakarta -
Pemerintah akhirnya memutuskan melakukan impor gula kristal putih sebesar 300 ribu ton yang akan dimulai Januari sampai pertengahan Mei 2006. Impor gula ini akan dilakukan oleh empat importir terdaftar (IT) yang telah diberi izin.Keempat importir itu adalah PT Perkebunan Nusantara IX (PTPN IX), PTPN X, PTPN XI dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Selain itu juga akan ditunjuk badan penyangga yang akan ditentukan kemudian.Demikian diungkapkan oleh Menteri Pertanian Anton Apriyantono yang juga Ketua Dewan Gula Indonesia (DGI) dalam jumpa pers usai rapat pleno gula, di Departemen Perdagagangan (Depdag) Jl Ridwan Rais Jakarta, Kamis (6/10/2005).Menurut Anton, impor sebanyak 300 ribu ton ini berdasarkan penghitungan stok awal 2005 sebesar 670.624 ton, produksi dalam negeri 2.336.250 ton, gula eks impor 2005 sebesar 453.160 ton. Sehingga total pengadaan adalah sebesar 3.460.034 ton. Sedangkan kebutuhan gula 2006 diperkirakan mencapai 2.625.540 ton. Anton menjelaskan, stok akhir Desember 2005 sebesar 834.494 ton, dan konsumsi Januari-April 2006 atau masa sebelum musim giling sebesar 887.872 ton."Dengan cadangan kebutuhan satu bulan 221.968 ton, sehingga perkiraan kebutuhan impor 275.346 ton yang kita bulatkan menjadi 300 ribu ton," kata Anton. Sementara Menteri Perdagangan Mari Pangestu mengatakan, penunjukkan importir terdaftar berdasarkan keputusan Menperindag No 527 tahun 2004. Keputusan itu menjelaskan impotir terdaftar harus menyerap 70 persen tebu petani dengan kriteria penunjukkan jumlah produksi 2005, kinerja produksi dan keberhasilan operasi pasar.Importir terdaftar ini akan diumumkan oleh pemerintah pada minggu kedua Oktober dalam SK Mendag, bersamaan dengan penunjukkan perusahaan penyangga. Sedangkan penentuan asal negara impor berdasarkan tender yang masuk. Mari menjelaskan, harga gula impor ini dipatok dengan floor price Rp 3.800/kg dan selling price Rp 5.500/kg. Namun harga ini masih akan tergantung dari harga gula internasional.
(ir/)










































