Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 28 Mei 2019 13:29 WIB

Tiket Pesawat Mahal, Pengusaha Bus Ketiban Durian Runtuh

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Suasana di Kampung Rambutan (Herdi Alif Al Hikam/detikFinance) Foto: Suasana di Kampung Rambutan (Herdi Alif Al Hikam/detikFinance)
Jakarta - Para pengusaha bus dinilai akan tertiban 'durian runtuh' pada musim mudik tahun ini. Pasalnya, tiket pesawat yang beberapa bulan mengalami kisruh karena tarifnya tinggi membuat pemudik banyak yang beralih ke jalur darat.

Khususnya daerah Sumatera bagian utara, seperti yang dituturkan Sofyan seorang operator tiket PO Sempati Star di Terminal Bus AKAP Kampung Rambutan, Jakarta, menurutnya pemudik ke arah Pulau Sumatera akan bertambah jumlahnya karena naiknya harga tiket pesawat. Bahkan Sofyan memprediksi kenaikannya bisa mencapai 50%.

"Kalau dari rata-rata tahun lalu naik penumpang, apalagi tiket pesawat mahal kan. Nggak banyak sih, cuma ada prediksi kita kenaikan nggak sampe dua kali lipat, 30 - 50 % lah," kata Sofyan di Terminal Bus AKAP Kampung Rambutan, Jakarta, Selasa (28/5/2019).


Bukan hanya Sofyan, Oyo seorang penjaga loket PO Harta Sanjaya menyebutkan pemudik lintas Jawa pun akan cukup bertambah tahun ini. Meskipun tidak sebanyak prediksi Sofyan pada Pulau Sumatera, tapi Oyo yakin kenaikannya cukup signifikan.

"Kalau pesawat mahal otomatis ke darat, kereta api juga udah habis tiketnya. Mudah-mudahan Insya Allah naik, 20% lah naik penumpangnya," kata Oyo.


Meskipun banyak yang mengeluarkan sinyal positif akan kenaikannya penumpang. Namun, berbeda dengan yang diungkapkan oleh Hasan, salah satu petugas loket PO Tispa, Hasan justru tidak melihat akan adanya kenaikan penumpang pada busnya.

"Pengaruhnya ke Medan sama Sumatera Utara aja, Lampung Palembang gini mah nggak ngaruh kita kan cuma sampe Palembang aja. Nggak ada kenaikan penumpang kayanya," kata Hasan. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed