Harga Minyak Mentah Capai Level Terendah Dalam 2 Bulan

Harga Minyak Mentah Capai Level Terendah Dalam 2 Bulan

- detikFinance
Jumat, 07 Okt 2005 10:12 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah dunia turun tajam hingga mencapai level terendah dalam dua bulan terakhir. Merosotnya harga minyak mentah seiring dengan turunnya permintaan minyak di AS.Harga minyak mentah jenis light di New York untuk November pada perdagangan Kamis (6/10/2005) turun 65 sen menjadi US$ 62,14 per barel. Bahkan harga minyak pada perdagangannya sempat anjlok hingga level US$ 61,9 per barel, yang merupakan level terendah sejak 5 Agustus.Sementara di London, harga minyak jenis Brent untuk November turun 60 sen menjadi US$ 59,09 per barel yang merupakan Level terendah sejak 29 Juli 2005."Harga minyak turun setelah munculnya tanda-tanda permintaan BBM AS turun akibat tingginya harga," kata analis perminyakan dari Sucden, Sam Tilley seperti dilansir dari AFP, Jumat (7/10/2005).Harga minyak sudah mulai menunjukkan penurunan sejak Selasa (4/10/2005) lalu saat AS memberi tanda-tanda akan melepas cadangan minyak mentahnya dalam jumlah yang lebih banyak. Penurunan harga minyak semakin besar setelah Departemen Energi AS (DoE) mengeluarkan data yang menunjukkan penurunan permintaan minyak yang rendah dari AS. Data yang dikeluarkan DoE menyebutkan, permintaan bensin AS turun 2,6 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara permintaan hasil penyulingan minyak turun 3,8 persen. Turunnya permintaan tersebut dapat menutupi turunnya cadangan minyak mentah AS. Tercatat cadangan minyak mentah AS turun 300 ribu barel per hari menjadi 305,4 juta barel pada pekan yang berakhir pada 30 September.DoE juga menyebutkan, kilang-kilang minyak AS hanya beroperasi dengan kapasitas 69,8 persen. Angka tersebut turun dibandingkan pekan sebelumnya sebesar 86,7 persen setelah badai Rita menghantam Texas dan Louisiana hingga 24 September. Harga minyak mentah mencapai level tertinggi pada akhir Agustus lalu sebesar US$ 70,85 per barel di New York dan US$ 68,89 per barel di London. Lonjakan harga minyak muncul akibat badai Katrina yang menghancurkan pusat-pusat produksi minyak AS yang merupakan negara konsumen minyak terbesar dunia. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads