KKB Dijual Seharga Rp 800 Ribu!
Jumat, 07 Okt 2005 13:09 WIB
Jakarta - Penyelewengan penyaluran subsidi langsung Program Kompensasi Pengurangan Subsisi (PKPS) BBM semakin marak. Pemerintah bahkan menemukan ada Kartu Kompensasi BBM (KKB) yang diperjualbelikan seharga Rp 800 ribu. Duh!Salah satu penyelewengan tersebut diungkapkan oleh Menko Kesra Alwi Shihab usai rapat tentang kompensasi BBM di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (7/10/2005).Temuan lainnya yang diungkapkan oleh Alwi adalah adanya kepala desa di Tangerang yang memotong dana PKPS sebanyak Rp 50 ribu.Sementara di beberapa wilayah, ada sejumlah warga yang tidak berhak menerima KKB, namun tetap mendapatkannya. Untuk itu, Alwi mengimbau masyarakat yang merasa tergolong tidak miskin namun mendapat KKB agar segera mengembalikannya agar bisa disalurkan kepada yang lebih berhak."Bahwa di lapangan ada yang menerima yang seharusnya tidak menerima, kalau perlu segera ditarik. Kita mengimbau masyarakat yang merasa dirinya tidak miskin tapi masuk ke dalam daftar," kata Alwi.Alwi mencontohkan, ada beberapa keluarga di Makassar yang akhirnya mengembalikan KKB dari BPS karena merasa tidak berhak.Sebagai tindak lanjut, Alwi menyarankan untuk pengambilan atau pencairan uang di kantor pos harus membawa KTP atau surat keterangan yang menyatakan orang tersebut berhak mencairkan dana PKPS."Kita akan melakukan penyempurnaan-penyempurnaan karena ini program yang pertama kali kita adakan. Pasti ada hal-hal yang kurang sempurna. Tetapi yang penting diketahui masyarakat adalah bagaimana semangat pemerintah untuk membantu rakyat miskin," ujar Alwi.
(qom/)











































