Pertamina Akan Kelola 2 Blok Minyak Libya
Jumat, 07 Okt 2005 14:29 WIB
Jakarta - Setelah memenangkan tender pengelolaan minyak di Libya, Pertamina yang menjadi satu-satunya pemenang asal Indonesia, akan mengelola 2 blok minyak di negara Khadafi itu, yaitu blok on shore (darat) Sirt dan blok off shore (lepas pantai) Sabrata.Blok Sirt memiliki kandungan minyak antara 300-400 juta barel dan blok Sabrata memiliki cadangan minyak 690 juta barel. Untuk blok Sirt, Pertamina tinggal melakukan pengeboran."Ini termasuk hebat, kita menang tender di luar negeri, biasanya kita kalah terus di dalam negeri. Saya juga akan sampaikan ini kepada Presiden dan Menteri ESDM," kata Dirut Pertamina Widya Purnama di kantor Pertamina, Jl Perwira, Jakarta, Jumat (7/10/2005).Untuk merealisasikan proyek ini, Pertamina akan melakukan penandatanganan kontrak dengan pemerintah Libya pada 15 Oktober 2005 di Tripoli. Dalam pengelolaan 2 blok itu, Pertamina akan mendapat saham 55 persen dan pemerintah Libya 45 persen.Rencananya usai penandatanganan kontrak, Pertamina akan membuat work program dan anggarannya. "Pembiayaannya kita harus lihat dulu work program dan bujetnya, karena kita maunya tidak keluar uang, kita akan monitise (utang dibayar dengan minyak) nanti banyak orang mau membiayai," kata Widya.Selain di Libya, menurut Widya, Pertamina juga mempunyai proyek minyak di Irak. Namun karena situasi yang tidak kondusif di Irak, Pertamina belum mengirimkan orang-orangnya ke sana."Deplu mengatakan jangan pergi dulu, makanya kita belum berencana melaksanakannya, nanti kalau sudah aman baru bisa," ujar Widya.Libya, mengizinkan 44 perusahaan minyak terutama dari Asia dan Eropa untuk melakukan eksplorasi. Indonesia diwakili Pertamina.Perusahaan minyak nasional Libya mengizinkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk melakukan eksplorasi bersama dengan perusahaan nasional Libya setelah membayar US$ 103 juta.
(ir/)











































