Ical: Inflasi 2005 Capai 10-11%
Jumat, 07 Okt 2005 15:36 WIB
Jakarta - BI memrediksi inflasi tahun 2005 bisa mencapai 12 persen akibat kenaikan harga BBM. Namun Menko Perekonomian Aburizal Bakrie tetap optimistis inflasi tahun 2005 berkisar 10-11 persen.Angka tersebut berarti lebih tinggi dari perkiraan semula sebesar 9 persen. Sementara Aburizal juga memrediksi inflasi tahun 2006 mencapai 7-8 persen.Menurut Aburizal saat dicegat usai salat Jumat di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (7/10/2005), pertumbuhan ekonomi tahun 2005 mencapai 5,8-5,9 persen. Sementara tahun 2006 mencapai 6,2 persen.Namun tampaknya Wapres Jusuf Kalla kali ini tak sependapat dengan rekannya. Wapres mengatakan, akibat kenaikan harga BBM, akan ada tambahan inflasi sebesar 2-3 persen."Memang masalah inflasi harus selalu kita tekan jangan sampai 2 digit. Memang indikasinya bahwa akibat kenaikan harga BBM akan menaikkan inflasi bulan Oktober sebesar 2-3 persen," ujar Wapres dalam jumpa pers usai salat Jumat di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta.Wapres juga mengakui, tingginya inflasi di AS turut menyeret Indonesia. "Ada yang bilang AS pilek sedikit saja, negara-negara lain sudah flu. Tapi kita sendiri jaga ekonomi," ujar Wapres.BI RateBerkaitan dengan kenaikan BI rate yang cukup tajam hingga menjadi 11 persen, Aburizal menjelaskan hal itu akan membawa konsekuensi suku bunga kredit naik menjadi sekitar 16 persen."Kalau BI rate 11 persen, berarti suku bunga kredit 16 persen. Saya kira masih bisa ditanggung oleh dunia usaha," ujar mantan Ketua Umum Kadin ini.
(qom/)











































