Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 01 Jun 2019 09:40 WIB

Tanpa Rini Soemarno, Pegawai Kementerian BUMN Upacara Hari Pancasila

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
Jakarta - Hari kelahiran Pancasila hari ini diperingati dengan upacara di sekolah, perusahaan hingga lembaga/kementerian di Indonesia. Di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari pantauan detikFinance, sekitar 200 pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian hadir di lapangan untuk melaksanakan upacara.

Upacara dimulai pukul 08.00 WIB. Sejumlah pejabat eselon I Kementerian BUMN hadir seperti Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Wahyu Kuncoro, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Fajar Harry Sampurno, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Gatot Trihargo. Upacara ini tidak dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno.


Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha BUMN Aloysius Kiik Ro menjadi pembina upacara peringatan hari lahir Pancasila ini. Dalam amanatnya Aloysius menyampaikan berkat Pancasila Indonesia memiliki toleransi, gotong royong dan keberagaman yang menjadi berkah.

"Pancasila merupakan bintang untuk keberagaman dan identitas nasional yaitu Bhinneka Tunggal Ika," ujar Aloy di Kementerian BUMN, Jakarta, Sabtu (1/6/2019).

Dia menyampaikan Presiden Joko Widodo mengarahkan kepada abdi negara untuk memperingati hari kelahiran Pancasila untuk mengenang dan merefleksikan momentum bersejarah.

"Ini untuk menggali fundamental Indonesia yang beragam dan menyatu. Apa yang disebut oleh Bung Karno yaitu Jas Merah (Jangan sekali sekali melupakan sejarah) adalah untuk meneguhkan komitmen kita dan untuk kebanggaan nasional," ujar dia.


Aloysius mengharapkan dengan mengamalkan nilai-nilai pancasila maka Indonesia diharapkan bisa membangun kebersamaan untuk masa depan yang lebih baik.

Menurut dia Pancasila bisa menjadi penuntun visi dan misi negara untuk perjuangan dan pembangunan bangsa ke depannya. "Pancasila terus memberikan harapan untuk realisasi visi dan misi bangsa. Keberagaman harus dijaga dan dikelola dengan baik," ujar dia. (kil/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed