Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 01 Jun 2019 18:55 WIB

Peringkat Utang RI Naik, Ekonom: Risiko Berbisnis Lebih Rendah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Indonesia kini memiliki peringkat kredit BBB/Outlook stable, meningkat dibandingkan periode sebelumnya di posisi BBB-/Outlook stable. Lembaga pemeringkat internasional, Standard and Poor's (S&P) memberikan peringkat tersebut karena penghitungan komisi pemilihan umum (KPU) yang menyatakan pasangan Jokowi - Ma'ruf sebagai pemenang pilpres.

Ekonom CSIS Fajar B Hirawan menjelaskan dengan peringkat BBB/Outlook stabil itu akan memberikan dampak positif bagi investasi di Indonesia.

"Jelas dampaknya positif untuk iklim investasi dan bisnis di Indonesia karena risiko berbisnisnya jadi lebih rendah, sehingga wajar status Indonesia saat ini menjadi layak investasi," kata Fajar saat dihubungi detikFinance, Sabtu (1/6/2019).

Peringkat tersebut diharapkan dapat mendorong kinerja perekonomian Indonesia, khususnya terkait dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja dan mengurangi ketimpangan serta kemiskinan di Indonesia.


Fajar menyampaikan peningkatan profil kredit Indonesia jadi BBB dari BBB- ini dilatarbelakangi oleh fundamental ekonomi Indonesia yang cukup kokoh.

Jika ditelaah lebih lanjut, memang hal ini merupakan kerja keras dan kinerja positif dari seluruh pelaku ekonomi di Indonesia, khususnya pemerintah dan mulai terlihat di era pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan terpilihnya kembali Jokowi sebagai Presiden. Ya mungkin ada pengaruhnya sedikit, jika dilihat kesinambungan program atau kebijakan ekonomi yang diperkirakan tidak akan banyak berubah," tutur Fajar.


Keterangan S&P menyebutkan jika proses pemilu di Indonesia saat ini berjalan lancar. Perekonomian Indonesia diharapkan tak terpengaruh dengan panasnya tensi politik.

S&P juga menilai Indonesia menunjukkan peningkatan selama 5 tahun terakhir dalam berbagai bidang. Dengan menangnya petahana sebagai Presiden maka diharapkan capaian yang ada bisa berlanjut.

Ekonom CORE Piter Abdullah menjelaskan peringkat investasi utamanya didasarkan kepada hasil penilaian lembaga pemeringkat terhadap faktor-faktor yang terkait potensi dan risiko dari sebuah negara.

"Utamanya potensi yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta risiko-risiko yang bisa membahayakan kelangsungan pertumbuhan tersebut," kata Piter kepada detikFinance, Sabtu (1/6/2019).

Dia menyampaikan, kenaikan peringkat rating Indonesia menjadi BBB yang diberikan oleh S&P didasarkan kepada dua hal tersebut. Menurut dia potensi pertumbuhan diantaranya didukung oleh pembangunan infrastruktur di Indonesia yang dilakukan secara masif selama 4 tahun terakhir.




Peringkat Utang RI Naik, Ekonom: Risiko Berbisnis Lebih Rendah
(kil/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com