Komisi VII DPR Setujui Subsidi PLN Tahun 2006 Rp 15-20 T

Komisi VII DPR Setujui Subsidi PLN Tahun 2006 Rp 15-20 T

- detikFinance
Jumat, 07 Okt 2005 23:30 WIB
Jakarta - Setelah berdebat alot, Komisi VII DPR akhirnya menyetujui besaran subsidi untuk PLN pada APBN 2006. Hasilnya, PLN mendapat 'jatah' anggaran Rp 15-20 triliun. "APBN tidak akan kuat kalau menyetujui besaran subsidi listrik yang diajukan pemerintah sebesar Rp 38,5 triliun," kata anggota komisi VII, Catur Sapto Edi, usai rapat tertutup Komisi VII dengan Dirut PLN Eddie Widiono dan Dirjen Listrik dan Pemanfataan Energi Departemen ESDM, Yogo Pratomo, di Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (7/10/2005).Sekadar diketahui, pada tahun 2005, subsidi PLN mencapai Rp 36-37 triliun. Rinciannya, subsidi uang sebesar Rp 12,5 triliun ditambah subsidi BBM yang sebanyak 11,5 juta kiloliter. Catur menambahkan, angka subsidi ini akan bawa dalam rapat panitia anggaran mendatang.Mengenai kalkulasi PLN, jika subsidi dihilangkan maka tarif dasar listrik (TDL) akan mencapai Rp 970 per KWH, Catur menilai angka tersebut tidak realistis. Sebab, kalkulasi tersebut tidak didukung dengan data yang detil dan transparan. "Kalau itu diberlakukan berarti tarif listrik kita termahal di Asia," tambahnya. Saat ini, TDL yang berlaku adalah Rp 580 per KWH. Untuk itu, Komisi VII meminta PLN memasukkan data yang rinci pada rapat 17 Oktober mendatang. Anggota Komisi VII lainnya, Ramson Siagian, menambahkan rapat tidak membahas mengenai rencana kenaikan TDL. "TDL baru akan dibahas bila sudah dapat angka tetap subsidi listrik tahun 2006 pada November nanti," tegasnya. (ton/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads