Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 07 Jun 2019 11:12 WIB

Duopoli Jadi Biang Kerok Harga Tiket Mahal? Ini Kata Darmin

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Menko Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Puti Aini Yasmin Menko Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Puti Aini Yasmin
Jakarta - Ide Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menarik maskapai asing masuk ke Indonesia dipercaya mampu menurunkan harga tiket pesawat. Sebab selama ini peta persaingan industri maskapai di Indonesia hanya didominasi oleh dua pihak.

Hal itu pun diakui oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. Dia mengatakan saat ini hanya terdapat dua pemain yang mengusai penerbangan di dalam negeri, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air. Dalam dunia persaingan usaha, praktik ini disebut duopoli.


"Struktur pasar duopoli, Garuda dan Lion Air. Dia nggak akan bisa naikkan jauh-jauh karena saingan yang ada. Idenya adalah kalau struktur pasar cenderung memberikan power kekuatan di produsen maka jawabannya adalah undang saingannya supaya dia teken, turunkan harga itu dia," ujar Darmin di kediamannya, Jakarta, Rabu (5/6/2019).

Menurutnya usulan Jokowi membuka peluang untuk maskapai asing guna menurunkan harga tiket dengan memecah duopoli tersebut. Semakin banyak maskapai di dalam negeri maka harga tiket diharapkan bisa tertekan turun.

"Sekarang pemerintah milih apa. Pemerintah tidak hanya pikir produsen tapi konsumen. Kenaikan itu tidak akan terjadi setajam itu kalau pasar nggak duopoli," tutup dia.


Darmin percaya hal itu patut dicoba untuk memberi persaingan di dalam negeri. Meskipun imbas dari kebijakan itu menimbulkan peta persaingan yang semakin ketat bagi para maskapai.

"Risiko apa, tentu maskapai penerbangan bisa berteriak. 'huaa ini jadi susah'," tutupnya.


(das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com