Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 07 Jun 2019 18:40 WIB

Penjelasan Lion Air soal Penetapan Harga Tiket

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Boeing 737 Max 8 milik Lion Air (Herdi Alif Alhikam) Foto: Boeing 737 Max 8 milik Lion Air (Herdi Alif Alhikam)
Jakarta - Lion Air Group kembali disinggung dalam permasalahan harga tiket pesawat. Lion Air dengan Garuda Indonesia disebut melakukan duopoli yang membuat harga tiket terus meningkat.

Menanggapi hal itu Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menjelaskan mekanisme penetapan harga tiket untuk maskapai-maskapainya. Setidaknya ada 4 komponen penting yang ada di dalam harga tiket Lion Air Group.

"Pertama terdiri dari tarif dasar (basic fare) tiket pesawat menurut jarak," ujarnya dalam pesan singkat kepada detikFinance, Jumat (7/6/2019).


Kedua mengandung pajak (government tax) dengan kisaran 10% dari harga dasar (basic fare) tiket pesawat. Lalu ada unsur iuran wajib asuransi yang disingkat IWJR (Iuran Wajib Jasa Raharja).

Terakhir atau keempat berisi Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax dimasukkan langsung dalam biaya tiket pesawat.

"Besarnya pun berbeda-beda sesuai dengan bandar udara di masing-masing kota," tambah Danang.

Dia juga menegaskan bahwa Lion Air patuh dan menjalankan kebijakan regulator dan standar prosedur operasi (SOP) perusahaan serta ketentuan internasional.

"Jika berhubungan dengan harga jual tiket, bahwa besaran tarif tiket (harga jual) yang dijalankan telah sesuai aturan regulator, Lion Air Group tidak menjual yang melebihi batas atas/ maksimum atau menjual masih berada di bawah koridor tarif batas atas layanan kelas ekonomi domestik," tuturnya.


Lalu dalam menentukan tarif penumpang pelayanan kelas ekonomi domestik, Lion Air Group, kata Danang telah melakukan perhitungan secara bijak. Harga jual tiket menurut aturan yang dibedakan sesuai jenis penerbangan yang menggunakan pesawat jet dan baling-baling (propeller).

"Lion Air Group menawarkan kelompok layanan yang dapat disesuaikan kebutuhan pelanggan yaitu Batik Air menyediakan konsep layanan premium/ maksimum (full service airlines) dengan pesawat jet sedangkan layanan standar minimum (no frills) diberikan oleh Lion Air dengan pesawat jet dan Wings Air menawarkan terbang menggunakan propeller," tutupnya. (das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com