Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 07 Jun 2019 20:00 WIB

Bantah Lakukan Duopoli Harga Tiket, Ini Penjelasan Garuda

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Ilustrasi Garuda Indonesia (Shinta/detikTravel) Foto: Ilustrasi Garuda Indonesia (Shinta/detikTravel)
Jakarta - Garuda Indonesia membantah melakukan praktik duopoli. Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menegaskan BUMN penerbangan tersebut tidak melakukan duopoli karena mengikuti aturan pemerintah.

"Garuda Indonesia tidak pernah melakukan praktek duopoli dalam menentukan harga tiketnya kepada publik dan Garuda patuh atas seluruh aturan yang mengikat yang dikeluarkan oleh pemerintah," ujar Rosan kepada detikFinance, Jumat (7/6/2019).

Rosan menjelaskan maskapai memasang tarif sesuai Peraturan Menteri Perhubungan nomor 14/2016 dan Keputusan Menteri Perhubungan nomor 106/2019.


"Perlu diketahui bahwa harga tiket penerbangan tidak diatur oleh maskapai namun diatur oleh pemerintah lewat PM no 14 tahun 2016 dan terbaru KM 106 tahun 2019 dimana pemerintah telah menurunkan harga jual TBA (tarif batas atas) hingga 16% yang harus dijalankan oleh maskapai," terangnya.

Selain itu, menurut Rosan, harga tiket selama ini, yang terhitung murah, merupakan harga diskon imbas dari persaingan usaha. Lalu, masyarakat terlanjur menganggap itulah harga sebenarnya.

"Mungkin sudah kita ketahui bersama bahwa harga tiket yang ada selama ini adalah harga tiket diskon akibat persaingan tidak sehat yang terjadi selama ini sehingga masyarakat menilai itu harga riel padahal tidak," jelas Rosan.

Akibat harga murah yang terlalu sering diberikan justru pihak maskapai banyak yang mengalami kerugian. Rosan menambahkan Garuda sudah menghitung biaya secara transparan. Dia juga menilai pihaknya pun terus melakukan efisiensi.


"Perhitungan harga tiket Garuda Indonesia juga dilaksanakan dengan transparan sesuai cost yang ada, sesuai jenis pesawat, dan secara terus menerus melakukan efisiensi," kata Rosan.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menilai ada praktik duopoli dalam industri maskapai tanah air yang membuat harga tiket melambung. Dua maskapai yang disinggung Darmin adalah Garuda Indonesia dan Lion Air.

"Struktur pasar duopoli, Garuda dan Lion Air. Dia nggak akan bisa naikkan jauh-jauh karena saingan yang ada," ujarnya di kediamannya, Jakarta, Rabu (5/6/2019). (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed