Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 11 Jun 2019 11:05 WIB

Diskon Tarif Mau Dihapus, Go-Jek Tunggu Kepastian Pemerintah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Pihak Go-Jek belum bisa berkomentar banyak mengenai rencana pemerintah melarang diskon pada transportasi online. Saat ini, Go-Jek masih menunggu keputusan pemerintah.

Go-Jek berharap, keputusan pemerintah memperhatikan semua aspek dari sisi konsumen hingga industri.

"Kan baru wacana, kami belum lihat isi maupun keputusan resmi dari pemerintah terkait ini jadi belum bisa komentar banyak. Harapan kami segala peraturan bisa dilihat secara holistik dari sisi konsumen, mitra driver dan keberlangsungan industri," kata VP Corporate Affairs Go-Jek Michael Reza Say kepada detikFinance, Selasa (11/6/2019).


Dia menambahkan, pemerintah dalam hal ini selalu berkomunikasi dengan pihak Go-Jek.

"Komunikasi selalu dilakukan dengan pemerintah," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Kemenhub akan melarang diskon transportasi online, termasuk di dalamnya ojol.


Dia menjelaskan, terdapat dua jenis diskon yakni langsung dan tidak langsung. Dia bilang, yang ada saat ini ialah diskon tidak langsung melalui mitra.

"Diskon langsung relatif tidak ada, diskon yang ada ini relatif tidak langsung, yang diberikan oleh partner-partnernya," kata dia di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jakarta, Senin (10/6/2019).

Budi bilang, diskon hanya memberikan keuntungan sesaat. Untuk jangka panjang, diskon akan memberikan persaingan yang tidak sehat.

"Oleh karenanya kita merancang satu Permen (Peraturan Menteri) atau surat edaran yang melarang diskon-diskon ini memang memberikan suatu keuntungan sesaat tapi untuk long term saling membunuh itu yang kita ingin tidak terjadi," jelasnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed