Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 11 Jun 2019 13:02 WIB

Driver Minta Diskon Tarif Tak Dihapus Tapi Diatur Batasnya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Sopir atau driver ojek online (ojol) meminta pemerintah tidak menghapus diskon atau promo tarif. Menurut driver, lebih baik diatur ambang batasnya.

"Jadi gini ada keterkaitan dengan tarif, jadi memang rencananya Kemenhub (Kementerian Perhubungan) mau nurunin lagi tarif ojek online. Kita nggak setuju. Kalau mengenai potongan promo diskon baiknya diatur ambang batas maksimalnya, bukan dihilangkan," kata Ketua Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) Igun Wicaksono kepada detikFinance, Selasa (11/6/2019).

Dia mengatakan, diskon merupakan 'bumbu' untuk menarik maupun mempertahankan pelanggan.

"Karena itu sebagai penarik dan menjaga pelanggan, promo atau pun diskon. Itu mekanisme dari bisnis aplikasinya lah," tambahnya.


Dia meyakini, jika diskon dihapus maka akan berdampak pada penurunan tarif ojol. Penurunan tarif ini, menurutnya bisa menimbulkan gejolak di lapangan.

Sambungnya, hal ini akan menimbulkan kerugian banyak pihak.

"Kalau dihilangkan nanti ujungnya tarif diturunkan. Itu yang kami tidak setuju. Kalau diturunkan lagi walaupun nilanya kecil akan menimbulkan gejolak di lapangan. Yang gejolak nanti driver online maupun taksi online," jelasnya.


"Ini akan merugikan semua pihak termasuk Kemenhub sendiri, kalau ada aksi masa memprotes. Itu yang kita tidak diinginkan," tambahnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com