Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 11 Jun 2019 13:46 WIB

Penjualan Produsen Perhiasan Ini Melonjak 3 Kali Lipat Musim Lebaran

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto/detikFinance Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mendulang keuntungan besar saat musim Lebaran. Penjualan dari produsen sekaligus jaringan ritel perhiasan ini meningkat drastis.

Direktur Utama Hartadinata Abadi Sandra Sunanto mengatakan, musim Lebaran bagi perusahaan perhiasan merupakan momen yang paling menguntungkan. Pada Lebaran tahun ini, penjualan perusahaan meningkat 3 kali lipat.

"Lebaran is always the best season. Penjualan meningkat selalu 3 kali lipat dari biasanya," tuturnya di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Menurutnya kontribusi penjualan di musim Lebaran terhadap penjualan tahunan bisa mencapai 60%. Perusahaan juga merasakan penjualan di Lebaran tahun ini jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Sandra, salah satu faktor yang mendorong meningkatnya penjualan perhiasan di musim Lebaran tahun ini adalah diluncurkannya beberapa produk perhiasan yang baru.

"Mendekati Lebaran kita juga luncurkan produk-produk baru unggulan kita. Industri perhiasan ini sebenarnya selama ada produk baru pasat selalu suka. Jadi Lebaran selalu ditunggu," tambahnya.

Tidak hanya itu, ada fenomena menarik lainnya di industri ini. Biasanya 2 minggu setelah Lebaran perusahaan menerima banyak pelanggannya yang menjual perhiasannya di toko ritel emas milik perusahaan, Aurum Collection Center (ACC).

"Enggak tahu kenapa, ya kalau ada yang jual kembali ya kita si untung aja," tutupnya.

Selain Lebaran momen penjualan perhiasan yang cukup tinggi juga saat Idul Adha. Menurut Sandra bagi perusahaan perhiasan di Indonesia memang sangat menantikan dua momen tersebut.

Pada 2018, Hartadinata mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,7 triliun naik 10,6% dari tahun sebelumnya Rp 2,48 triliun. Sementara laba bersih naik 10,7% dari Rp 112 miliar di 2017 menjadi Rp 124 triliun.

Untuk tahun ini sendiri perusahaan yakin pendapatan bisa naik 15% dari pendapatan 2018 itu. Sementara laba bersih ditargetkan naik 20%. (das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com