Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 11 Jun 2019 22:25 WIB

Gubernur BI Beberkan Dampak Perang Dagang AS vs China

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Gubernur Bank Indonesia/Foto: Sylke Febrina Laucereno - detikfinance Gubernur Bank Indonesia/Foto: Sylke Febrina Laucereno - detikfinance
Jakarta - Amerika Serikat (AS) dan Cina hingga saat ini masih bersitegang di sektor perdagangan. Belum ada titik temu kedua negara adidaya tersebut akan berdamai.

Perang dagang ini disebut-sebut akan mempengaruhi modal asing ke negara-negara di dunia termasuk ke Indonesia. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan perang dagang turut mempengaruhi investasi di negara berkembang termasuk Indonesia.

Dia menjelaskan pada kuartal I 2019 saja terjadi penurunan arus investasi atau portofolio asing yang masuk ke Indonesia.


"Di kuartal IV tahun lalu investasi yang masuk ke Indonesia US$ 10,5 miliar, pada kuartal I tahun ini jadi US$ 5,4 miliar, ini karena ketidakpastian dampak dari perang dagang," kata Perry di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Dia menyampaikan masih ada peluang untuk investasi asing agar masuk ke Indonesia. Hal ini karena daya tarik untuk negara berkembang seperti Indonesia masih sangat tinggi, sepanjang imbal hasil surat berharga negara yang menarik dan risiko yang terjaga.

Perry menyampaikan penurunan penanaman modal asing (PMA) juga sempat terjadi di Jepang pada era 80an. Saat itu ada perang dagang antara AS dan Jepang, kemudian ada relokasi industri dari Jepang ke kawasan di Asia Tenggara.


Menurut dia juga ada potensi relokasi industri dari Cina ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia. "Seperti yang sudah disampaikan bu Menteri, bagaimana kita meningkatkan daya saing, perbaikan iklim investasi, manufaktur dan kebijakan yang baik untuk menarik dan memanfaatkan peluang modal asing yang masuk ke Indonesia," imbuh dia. (kil/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com