Pertamina Berniat Impor Elpiji

Atasi Kelangkaan

Pertamina Berniat Impor Elpiji

- detikFinance
Senin, 10 Okt 2005 16:15 WIB
Jakarta - Pertamina tengah berpikir keras mengamankan pasokan elpiji guna menghindari kelangkaan. Untuk itu Pertamina berniat mengimpor elpiji 5.000-6.000 metrik ton."Tapi ini baru rencana dan belum pasti kapan pelaksanaannya," kata General Manager Gas Domestik Pertamina Edwin Bakti di Kantor Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Senin (10/10/2005).Edwin juga menepis berita yang menyebutkan adanya kelangkaan. "Yang ada hanya tingginya permintaan elpiji. Selain itu pasokan juga berkurang," ujarnya.Jika jadi dilakukan, maka impor elpiji ini adalah untuk pertama kalinya dilakukan Pertamina. Selama ini Pertamina tidak pernah impor elpiji karena kebutuhan dalam negeri selalu dapat dipenuhi. "Kalaupun ada kekurangan, biasanya diambil dari KPS-KPS dengan harga internasional," tambah Edwin.Stok elpiji di depo Pertamina saat ini hanya cukup untuk satu minggu, yakni 6.000 metrik ton. Namun diharapkan dalam sepekan stok bisa aman. Tercatat permintaan yang melonjak terjadi di Jatim dan DKI Jakarta.Ia mengaku, kenaikan permintaan elpiji juga merupakan dampak dari kenaikan harga minyak tanah yang hampir 200 persen. "Jadi banyak yang beralih ke elpiji," ujar Edwin.Selain itu kilang yang memroduksi elpiji di Balikpapan saat ini masih dalam perbaikan. Kilang di Balikpapan yang selama ini memasok elpiji ke Jatim mengalami kerusakan pada Hydrocracker.Sementara kilang di Cilacap baru beroperasi setelah pemeliharaan. Sehingga kebutuhan elpiji di Pulau Jawa hanya dipasok dari Balongan sebanyak 1.700 ton per hari.Pertamina berjanji akan berusaha memenuhi permintaan elpiji dari dalam negeri. "Jadi sebenarnya ini bukan masalah kelangkaan. Ini masalah demand and supply saja. Kita masih menghitung seberapa besar peningkatan permintaan tersebut," kata Edwin. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads