Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 14 Jun 2019 11:39 WIB

Sidang Sengketa Pilpres Tak Ganggu Ekonomi RI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Hari ini sidang sengketa pilpres digelar di Mahkamah Konstitusi. Santer kabar beredar akan ada kumpulan massa yang mengawal sidang tersebut dan dikhawatirkan menimbulkan kericuhan seperti pada Mei lalu.

Peneliti CSIS Fajar B Hirawan menjelaskan kegiatan ini disebut tak akan mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia. Menurut dia, hal ini karena ekonomi Indonesia sudah kuat dan tidak terganggu dengan sentimen politik seperti ini.

"Sama halnya seperti peristiwa 21-22 Mei terjadi, itu tidak terpengaruh," kata Fajar saat dihubungi detikFinance, Jumat (14/6/2019).


Sebelumnya memang, usai pengumuman dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) ada aksi penyampaian pendapat di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Namun tak dikhawatirkan oleh pihak investor.

Menurut Fajar, keributan yang terjadi diyakini hanya kelompok-kelompok kecil masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi terkait penolakan hasil rekapitulasi KPU. Hal tersebut menurut Fajar adalah hal yang biasa sebagai negara yang demokratis.

"Jadi pelaku usaha dan investor tidak akan terganggu dengan hal tersebut, karena mereka sudah yakin bahwa Indonesia mampu menjalankan pesta demokrasi secara aman, jujur dan adil," ujar dia.

Ekonomi RI Tak Pengaruh Iklim Politik

Selain itu, Fajar menjelaskan saat ini investor tak terganggu dengan iklim politik di dalam negeri. Pasalnya Indonesia saat ini sudah memiliki 'daya tarik' lain untuk para investor asing tersebut.

Misalnya kondisi makroekonomi yang baik hingga laporan penilaian lembaga pemeringkat internasional yang independen, seperti S&P, Moodys dan Fitch Rating. "Investor tidak akan terpengaruh (politik) karena mereka berpatokan pada indikator makroekonomi Indonesia," ujar dia.

Dia mengatakan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia sangat kokoh yang ditandai dengan indikator makroekonomi Indonesia yang terkendali.

"Ditambah angin segar dari S&P yang menaikkan peringkat utang atau kredit Indonesia dari BBB- outlook stabil menjadi BBB outlook stabil, sehingga status layak investasi meningkat," jelas dia.


Simak Juga 'Seberapa Optimistis Sandi Kecurangan Pilpres Terbukti di Sidang MK?':

[Gambas:Video 20detik]


Sidang Sengketa Pilpres Tak Ganggu Ekonomi RI
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com