Impor Beras dari Vietnam Batal
Senin, 10 Okt 2005 18:35 WIB
Jakarta - Niat Bulog untuk mengimpor beras dari Vietnam tampaknya tidak akan terealisasi. Pemerintah Vietnam sejak 7 Oktober lalu telah mengeluarkan larangan ekspor beras Vietnam untuk ketahanan pangan negara akibat adanya badai.Hal tersebut disampaikan Dirut Bulog Widjanarko Puspoyo di sela-sela seminar raskin dan ketahanan pangan di Jakarta Media Center, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (10/10/2005).Pemerintah Indonesia dan Vietnam sudah menandatangani outstanding agreement sejak tahun 2001 dan berlaku hingga 2005 yang berisi tentang cadangan beras bantuan Vietnam sebesar 500 ribu ton untuk Indonesia. Dengan pupusnya kedatangan beras dari Vietnam, pemerintah memiliki alternatif beras dari Thailand dan Cina. Untuk Thailand, impor beras dalam bentuk imbal dagang dengan kereta. Sementara dengan Cina kualitas berasnya tidak begitu baik. "Meski cadangan besar, kita harus merengek-rengek karena mereka punya kepentingan negara sendiri," ujar Widjanarko.Ditambahkan, stok beras pada November akan mencapai titik terendah karena harga beras yang naik terus. Untuk mengeremnya, maka alokasi beras raskin harus ditambah dari 1 kali sebulan menjadi dua kali. Akibatnya Bulog harus melepas 720 ribu ton.Dengan stok saat ini sebanyak 1,4 juta ton, maka tersisa 700 ribu ton pada akhir November. Untuk Desember, beras masih dikurangi 360 ribu ton untuk raskin. "Jadi sisanya akhir tahun 440 ribu ton. Kalau impor bulan November persiapannya dari sekarang, karena butuh waktu sekitar 4 minggu," ujar Widjanarko. Menurutnya, jika ingin impor, maka pemerintah harus melakukan beberapa bulan sebelumnya mengingat kondisi perberasan dunia yang sudah mengalami defisit hingga 3 tahun karena tingginya konsumsi. "Jadi untuk beli beras tidak semudah beli pisang goreng di warung. Perlu persiapan seperti pengaturan jadwal kapal dan kebutuhan kepentingan negara pengekspor," ujarnya.Namun bila impor beras dari Thailand dan Cina mentok, maka alternatif lainnya adalah dari India atau Pakistan yang baru saja ditimpa bencana gempa bumi.
(qom/)











































