Kadin: Insentif Kenaikan BBM untuk Pengusaha Belum Cukup

Kadin: Insentif Kenaikan BBM untuk Pengusaha Belum Cukup

- detikFinance
Senin, 10 Okt 2005 18:37 WIB
Jakarta - Kadin menilai sejumlah insentif yang diberikan pemerintah dalam rangka kenaikan harga BBM pada 1 Oktober masih belum memenuhi keinginan pengusaha. "Jadi kita harus berjuang terus," tegas Ketua Kadin MS Hidayat.Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Forum Bisnis antara Finlandia dan Indonesia di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (10/10/2005).Hidayat menambahkan, kenaikan harga BBM berdampak pada kenaikan biaya operasional pengangkutan hingga 30 persen. Namun untuk di luar biaya pengangkutan tambahan, biayanya di bawah 30 persen komponen angkutan. Sementara Menko Perekonomian Aburizal Bakrie menambahkan, pemerintah akan membuka dialog atau kembali menampung keluhan dari para pengusaha mengenai paket insentif yang dikeluarkan pemerintah pada Januari 2006. Meski para pengusaha merasa insentif tersebut masih kurang, namun pemerintah menilai sudah banyak sekali memberikan insentif untuk industri dan pengusaha. "Pengusaha itu kalau bisa minta sampai dengan atap, saya minta sampai atap. Saya kan bekas pengusaha. Saya tahu persis," tegas mantan bos Grup Bakrie ini.Untuk mengimbangi kenaikan harga BBM, pemerintah memberikan paket insentif. Paket insentif yang diberikan adalah insentif fiskal, reformasi regulasi sektor perdagangan, reformasi regulasi sektor perhubungan, peningkatan harga pembelian pemerintah untuk beras dan gabah petani, dan subsidi langsung tunai. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads