Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 16 Jun 2019 18:36 WIB

India Naikkan Tarif Masuk Barang AS

Vadhia Lidyana - detikFinance
Ilustrasi Ekspor-Impor Foto: Pradita Utama/detikcom Ilustrasi Ekspor-Impor Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta - India mulai memberlakukan kenaikan tarif barang ekspor dari Amerika hari ini, Minggu (16/6/2019). Keputusan ini dinyatakan langsung oleh Menteri Keuangan India pada hari Sabtu, (15/6/2019). Barang-barang ekspor AS yang akan dinaikkan tarifnya di antaranya adalah apel, almond, kacang-kacangan, dan beberapa produk kimia.

Dilansir dari CNN.com, (Minggu 16/6/2019), barang-barang ekspor dari AS tersebut akan dikenakan tarif bea cukai sebesar 70%. Pemerintah India sendiri tidak menyebutkan secara rinci besaran tarifnya, namun yang sebelumnya disampaikan kepada World Trade Organization (WTO) yakni berkisar US$ 241 juta atau setara Rp 3,4 triliun (kurs Rp 14.000).

Sebelumnya, nilai ekspor-impor barang dan jasa AS dengan India bernilai US$ 142 miliar per tahun atau sekitar Rp 2.000 triliun (kurs Rp 14.000). Namun, karena Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan India dari daftar program perdagangan istimewa di awal bulan Juni 2019, hubungan kedua negara ini semakin buruk. Karena, dengan ikutnya India dalam program tersebut maka India dapat terbebas dari tarif bea cukai AS sebesar US$ 6 miliar atau sekitar Rp 86,1 triliun (kurs Rp 14.000).


Lalu, India juga sudah pernah mengeluarkan pernyataan untuk menaikkan tarif bea cukai barang ekspor dari AS karena AS telah menaikkan tarif ekspor baja dan alumunium India. Namun, langkah tersebut tak kunjung diimplementasi karena dua negara terus-menerus melakukan pertemuan untuk membicarakan adanya perang dagang ini.

Sebelumnya, India hanya memperoleh keuntungan kecil dari bisnis ekspor-impor dengan AS. India membayar biaya ekspor ke AS sebesar Rp US$ 54 miliar atau sekitar Rp 775 triliun (kurs Rp 14.000). Sedangkan, AS hanya membayar biaya ekspor ke India sebesar US$ 33 miliar atau sekitar Rp 473 triliun (Rp 14.000).

Presiden AS Donald Trump juga sudah beberapa kali mengecam India dengan ancaman kenaikan tarif ekspor atas produk India seperti sepeda motor dan wiski, bahkan, Ia berencana mencabut hak perdagangan India di AS. Oleh karena itu, India membalas untuk menaikkan tarif barang ekspor dari AS. Sejumlah peternak sapi perah dan perusahaan alat kesehatan AS pun mengeluh karena kenaikan tarif ekspor ke India ini menghambat bisnis mereka.


Dibalik itu semua, Trump memang memprioritaskan untuk mengurangi defisit neraca perdagangannya dengan menaikkan tarif ekspor negara-negara lain. Bulan Mei lalu, pemerintah AS telah menaikkan tarif ekspor barang China yang awalnya hanya 10% menjadi 25% atau sekitar US$ 200 miliar atau setara Rp 2.800 triliun (kurs Rp 14.000).

Salah satu prioritas terbesar Presiden Donald Trump adalah mengurangi defisit perdagangan Amerika Serikat dengan negara-negara di seluruh dunia. Bulan lalu, pemerintahannya menaikkan tarif menjadi 25% dari 10% untuk barang-barang Cina senilai $ 200 miliar, dan mengancam akan menargetkan lagi $ 300 miliar ekspor dari ekonomi terbesar kedua di dunia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com