Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 18 Jun 2019 13:00 WIB

Tengku Zulkarnain Kritik Susi Impor Ikan Asin, Ini Fakta dari BPS

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Susi Pudjiastuti/Foto: ANTARA FOTO Susi Pudjiastuti/Foto: ANTARA FOTO
Jakarta - Uztaz Tengku Zulkarnain lewat akun Twitternya @ustadtengkuzul, mengatakan Indonesia masih mengimpor komoditas ikan asin dari Thailand dan Taiwan. Padahal, Indonesia memiliki bentang laut paling luas kedua setelah Kanada.

Melihat cuitan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti langsung memberikan balasan. Pada balasannya, Susi mempertanyakan tweet Tengku Zulkarnain yang tidak memberi penjelasan mengenai waktu Indonesia dalam melakukan impor ikan asin tersebut.

"Tahun berapa dan kenapa? Anda pikir masyarakat bodoh? Mereka jauh lebih pintar dr kita.. kita artinya anda dan saya lebih bodoh!!!" kata Susi, seperti dikutip Selasa (18/6/2019).

Susi sendiri tak memberikan data kepada Tengku Zulkarnain terkait impor ikan asin yang dilakukan Indonesia. Susi juga tak membantah ataupun mengiyakan impor asin yang dilakukan Indonesia.


Lantas bagaimana faktanya? Apakah Indonesia masih impor ikan asin?

Kepala Sub Direktorat Impor Badan Pusat Statistik (BPS) Rina Dwi Sulastri mencatat bahwa Indonesia memang masih mengimpor ikan asin di 2018, meski jumlahnya rendah.

"Dari data yang kami miliki, impor ikan asin di tahun 2018 sangat kecil: 393 kg dengan nilai US$ 6.623," katanya kepada detikFinance, Selasa (18/6/2019).

Impor tersebut dilakukan dua kali. Pertama pada Januari sebanyak 5 kilogram (kg) dengan nilai US$ 115, dan pada Juli sebanyak 388 kg dengan nilai US$ 6.508. Ikan asin itu hasil impor dari Korea dan Jepang.

Sementara untuk tahun 2019 ini, kata Rina, BPS belum mencatat adanya kegiatan impor ikan asin tersebut.

"Tahun 2019 tidak ada impor ikan asin," jelas Rina.


Tengku Zulkarnain Kritik Susi Impor Ikan Asin, Ini Fakta dari BPS
(fdl/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com