Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 18 Jun 2019 14:39 WIB

Curhat Mentan Pernah Pusing Karena Prosedur Investasi di RI Lama

Uji Sukma Medianty - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan investasi di sektor pertanian dapat menjadi penggerak perekonomian dalam negeri. Untuk itu, sebagai regulator sudah semestinya Kementerian Pertanian memberi karpet merah bagi para investor.

"Bapak ibu, negara ini bangkit karena investasi dan ekspor. Dulu kita ngurus izin dari 3 tahun, 6 bulan dan terakhir hanya tiga jam," kata Amran saat membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbangtan) Nasional 2019 di IPB Convention Center Bogor, Selasa (18/6/2019.

Dengan adanya kemudahan investasi atau easy of doing business yang membaik. Maka, kata Amran, sudah seharusnya investasi di sektor pertanian juga bisa semakin meningkat.

"Kita sudah dapat kemudahan investasi (EODB) yang membaik. Kita ini regulator bapak ibu, itu yang dipesankan kalau ada surat-surat yang tidak penting atau regulasi (tidak penting) cabut," jelasnya.


Ia juga mengutip penyataan Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi, kata dia, pernah menyebut bahwa untuk dapat berinvestasi di Dubai hanya membutuhkan waktu selama satu jam hingga proses groundbreaking.

"Selalu dicontohkan bapak presiden kalau ke Dubai investasi hanya satu jam sudah bisa groundbreaking. Saya sendiri pusing lihatnya kalau izin muter-muter. Bisa 4 tahun tidak rampung ada juga yang 10 tahun," jelasnya.

Kendati begitu, Amran mengaku senang. Sebab adanya Online Single Submission (OSS), saat ini investasi sektor pertanian menjadi semakin mudah. Padahal, Amran menyebut sebelum adanya OSS dari 300 investor yang akan masuk hanya 28 yang bertahan. Sedangkan yang dealhanya ada 10 investor.

"Itupun belum sempurna izinnya kalau prosesnya muter," tuturnya.

Maka dari itu, ia memberi pesan kepada para bawahannya serta para kepala dinas se-Indonesia yang hadir dalam acara Musrenbangtan 2019 untuk mempercepat proses izin investasi di bidang pertanian.

"Dia (investor) meningkatkan ekspor, pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan. (Maka) bukakan mereka karpet merah bukan diusik," pungkasnya.

(idr/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed