Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 19 Jun 2019 17:50 WIB

Updated

Penjelasan Lengkap KKP soal Ekspor Produk Perikanan Turun

Vadhia Lidyana - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Dok. Pemkab Serang Ilustrasi/Foto: Dok. Pemkab Serang
Jakarta - Nilai ekspor produk perikanan kuartal I-2019 tercatat lebih rendah dibandingkan kuartal I tahun sebelumnya. Dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diterima detikFinance, dan sudah dikonfirmasi ke Sekjen KKP merangkap Plt Dirjen PDSPKP Nilanto Perbowo, Rabu (19/6/2019), nilai penurunan mencapai US$ 24,4 juta.

Penurunan terjadi karena turunnya harga udang dan rajungan di pasar negara tujuan utama ekspor kedua komoditi tersebut. Penurunan didominasi oleh penurunan nilai ekspor udang sebesar 17,12% yakni menjadi US$ 378,98 juta atau setara dengan Rp 5,3 triliun (kurs Rp 14.200) dari sebelumnya US$ 457,28 juta atau sekitar Rp 6,7 triliun.

"Kita ketahui bahwa nilai udang tersebut memberikan share tertinggi yaitu 33,52% terhadap total ekspor Indonesia, sehingga perubahan sedikit saja dari komoditas udang akan menyebabkan perubahan terhadap total ekspor," tulis keterangan tersebut.

Disampaikan penurunan nilai ekspor udang ini terjadi akibat turunnya harga ekspor udang dari Indonesia yakni menjadi US$ 8,26 per kilogram pada kuartal I-2019 dari sebelumnya US$ 9,35 per kilogram.


Berdasarkan data UN Comtrade harga udang global juga terus mengalami penurunan hal ini juga mempengaruhi harga ekspor udang dari Indonesia. Misalnya di Amerika Serikat (AS) rata-rata harga udang turun 9,29% menjadi US$ 8,88 atau sekitar Rp 126.000 per kilogram pada kuartal I-2019 dari sebelumnya US$ 9,79 atau setara dengan Rp 139.000 per kilogram.

Penurunan harga udang ini juga terjadi di pasar Jepang yang menjadi US$ 10,23 atau sekitar Rp 145.266 per kilogram kuartal I-2019 dari sebelumnya US$ 10,93 atau sekitar Rp 155.206 per kilogram.

"Penurunan harga udang global disebabkan beberapa produsen utama dunia seperti India, Argentina dan Meksiko pasokannya meningkat di pasar-pasar tersebut dengan harga yang relatif rendah," bunyi keterangan tersebut.

Nilai ekspor udang budidaya juga mengalami penurunan hingga 29,13% menjadi US$ 248,74 juta atau setara dengan Rp 3,53 triliun pada kuartal I 2019, dari sebelumnya US$ 350,96 juta atau sekitar Rp 4,98 triliun. Sementara itu, udang tangkap naik menjadi US$ 130,24 juta atau setara Rp 1,84 triliun tumbuh 22,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 106,32 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun.

Tak hanya udang, penurunan nilai ekspor pun terjadi untuk komoditas rajungan sebesar 7,38%. Negara tujuan utama nilai ekspor rajungan adalah AS dengan total 75%.

Walaupun secara volume ekspor rajungan ke AS naik 3,57%, namun secara nilai turun 4,61%, Hal ini menunjukkan bahwa harga ekspor rajungan Indonesia ke AS turun cukup signifikan yaitu sebesar 7,9% yaitu menjadi US$ 22,39 per kilogram dari sebelumnya US$ 22,39 per kilogram. Sedang untuk jenis TTC volume ekspor naik 12,42% dan dari sisi nilai naik 13,28%.




Simak Juga 'Lingkaran Perbudakan di Poros Maritim Nusantara':

[Gambas:Video 20detik]

Harga Udang Anjlok, Nilai Ekspor Produk Perikanan RI Turun
(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed