Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Jun 2019 16:36 WIB

Gudang Bulog Hampir Penuh, Beras Terancam Busuk

Bayu Ardi Isnanto - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Sukoharjo - Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) menyebut gudang Bulog sudah hampir penuh. Namun beras-beras yang disimpan terancam busuk karena belum disalurkan.

Menurut mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu, Bulog kini terus menyerap beras dari petani. Di sisi lain beras-beras itu tidak kunjung disalurkan, sehingga terus mengendap di gudang Bulog.

"Kapasitas gudang kita 2,6 juta ton, sekarang sudah mencapai 2,3 juta ton. Tinggal 300 ribu ton lagi penuh, tidak bisa menyerap lagi. Tinggal nunggu busuk karena tidak disalurkan," kata Buwas di kawasan persawahan RS UNS, Sukoharjo, Jumat (21/6/2019).


Padahal, kata Buwas, saat ini Bulog masih terus menyerap gabah dari petani. Setiap hari ada sekitar 10 ribu ton beras yang masuk ke gudang Bulog di berbagai daerah.

"Saya prediksi hingga Juli-Agustus akhir bisa mencapai 3 juta ton kalau beras tidak kita salurkan," ujarnya.

Salah satu penyebab beras tak disalurkan ialah karena Bulog tak lagi dilibatkan dalam penyaluran Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Bahkan Buwas menyebut adanya oknum-oknum yang justru mengimpor beras.


Apalagi Bulog selama ini menyerap hasil panen petani dengan menggunakan utang dari perbankan. Bulog dibebani bunga setinggi bunga komersial.

"Kalau beras tidak dikeluarkan kualitasnya turun. Karena bunga bank naik bertambah, kita harus jual tinggi. Tapi kan tidak masuk akal. Kita tunggu saja Bulog dimatikan pelan-pelan," kata dia. (bai/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com