Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Jun 2019 19:30 WIB

Kinerja Pertanian Membaik, Mentan: Wakil Presiden Argentina ke Kementan

Uji Sukma Medianti - detikFinance
Foto: kementan Foto: kementan
Jakarta - Pada Peringatan Hari Krida Pertanian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membagikan cerita saat ia menghadiri acara pertemuan menteri pertanian negara-negara G20 di Niigata, Jepang beberapa waktu lalu.

Dalam acara tersebut, Menteri asal Sulawesi ini mengaku mendapat pertanyaan dari menteri negara lain. Amran mengatakan keingintahuan para menteri itu lantaran beragam capaian kinerja Kementan yang positif, di antaranya kinerja ekspor produk pertanian yang meningkat, stok beras di Tanah Air yang melimpah, sehingga harga bahan pokok terkendali di Ramadan hingga hari raya Idul Fitri lalu.

"Ada tujuh negara yang ingin sharing, apa sih yang dilakukan pertanian Indonesia. Dan yang menarik juga ada empat wakil kepala negara, wakil presiden Argentina datang langsung ke kantor Kementan dan itu pertama kali dalam sejarah," kata Amran dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (21/6/2019).


Amran mengapresiasi semangat kerja jajarannya sehingga telah membuahkan banyak pencapaian. Salah satunya adalah raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI selama tiga tahun berturut-turut.

"Kementerian pertanian juga mendapat apresiasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang hadir datang langsung ke sini. Kemarin kami presentasi di Istana, yg dipimpin ketua Wantimpres, dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pertanian tanpa kecuali," ujarnya.

Adapun, Hari Krida Pertanian diperingati setiap 21 Juni. Peringatan ini selalu dijadikan momen bagi semua yang terlibat dalam usaha pertanian untuk menyampaikan puji syukur atas hasil yang diperoleh serta mengevaluasi kelemahan untuk diperbaiki di masa depan. Perayaan Hari Krida Pertanian kali ini cukup istimewa. Lantaran tahun ini menjadi tahun penutup Kabinet Kerja di bawah kepemimpinan Jokowi-JK.

Refleksi Pembangunan Sektor Pertanian

Pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) 2019, selasa (20/6) lalu, Amran mengucapkan terima kasih kepada seluruh Kepala Dinas, provinsi Kabupaten se-Indonesia yang hadir atas partisipasinya terhadap produtivitas pangan, peningkatan ekspor, pengendalian inflasi pangan, hingga tingkat kemiskinan yang menurun.

"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), PDB sektor pertanian periode 2014-2018 tercatat naik Rp400 triliun sampai Rp500 triliun. Total akumulasinya mencapai Rp 1.370 triliun. Peningkatan PDB pertanian turut didorong oleh peningkatan volume ekspor. Jika pada 2013 ekspor hanya mencapai 33 juta ton, maka pada 2018 ekspor pertanian mencapai 42 juta ton," jelas Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga.


Ia menambahkan, capaian lain yang menjadi catatan penting adalah inflasi pangan yang sangat terkendali. Pada tahun 2017, inflasi pangan bisa ditekan hingga 1,26%. Capaian tersebut menunjukkan inflasi pangan sudah jauh lebih terkendali, terutama bila dibandingkan inflasi pangan tahun 2014 yang mencapai 10,57%.

Peningkatan produksi dan ekspor pertanian, maupun terkendalinya inflasi pangan juga turut diikuti dengan peningkatan kesejahteraan pertanian. Data BPS menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) tahun 2018 mencapai 102,46, tertinggi selama lima tahun terakhir.

Peningkatan NTP juga diikuti oleh penurunan tingkat kemiskinan di pedesaan. Persentase jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2018 tinggal 9,66% (25,67 juta orang) dan mengalami penurunan sebesar 0,16% poin terhadap Maret 2018 (9,82%), dan 0,46% poin terhadap September 2017 (10,12%).

"Bila mengacu pada fakta bahwa pelaku usaha pertanian masih terkonsentrasi di pedesaan, data ini bisa dijadikan gambaran bahwa kesejahteraan para pelaku usaha pertanian terus membaik," tutupnya. (mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed