Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Jun 2019 21:35 WIB

AS-China Perang Dagang, Indonesia Bisa Curi Peluang

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Ilustrasi Peluang RI di tengah perang dagang/Foto: agung pambudhy Ilustrasi Peluang RI di tengah perang dagang/Foto: agung pambudhy
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa dengan adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, Indonesia bisa mencuri peluang.

Salah satunya, Luhut menyebutkan potensi Indonesia menggantikan China memasuki pasar AS. Potensinya pun cukup besar, menurut Luhut AS mengimpor barang 21% dari China.

"Kita lagi bicara, kemarin saya ke Amerika, perusahaan di sana mengimpor dari China lebih dari 21% ya. Misalnya furniture mereka impor sampe US$ 34,8 miliar," kata Luhut di kantornya, Jumat (21/6/2019).

Dengan tarif impor yang sudah diketok sebesar 25%, impor barang China masuk ke AS tidak lagi menarik. Luhut mengatakan di situlah potensi Indonesia menjadi pengganti China sebagai negara eksportir ke AS.


"Dengan tarif 25% itu tidak menarik lagi. Kita mau ambil peran itu (menjadi eksportir AS)" ungkap Luhut.

Untuk itu Luhut mengatakan pemerintah mau memperbesar kapasitas pabrik di Indonesia. Dengan begitu Indonesia siap menggantikan China mengekspor segala rupa barang mulai dari furnitur hingga garmen.

"Pabrik furnitur, pabrik footwear, pabrik home appliances, pabrik garmen itu mau kita perbesar produksinya. Nanti kita gantikan peran China," ucap Luhut. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com