Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 23 Jun 2019 12:37 WIB

Laporan dari Bangkok

Jokowi Bicara Perang Dagang di KTT ASEAN di Bangkok

Noval Dhwinuari Antony - detikFinance
Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyuarakan perang dagang yang terjadi antara China dan Amerika Serikat (AS) saat menghadiri pleno KTT ASEAN Ke-34 di Bangkok, Thailand.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat konferensi pers mengenai kegiatan Presiden Jokowi di The Athenee Hotel, Luxury Collection, Bangkok, Sabtu (22/6/2019) malam waktu setempat.

"Di dalam plenary tadi presiden menjelaskan mengenai masalah situasi dunia yang sekarang ini ditandai perang dagang, presiden mengatakan bukan tidak mungkin bahwa perang dagang ini akan merembet ke mana-mana dan dapat berdampak pada stabilitas keamanan kesejahteraan kawasan," kata Retno.



Untuk mengantisipasi dampak perang dagang, Retno menyebutkan bahwa Presiden Jokowi juga menyuarakan untuk memperkuat pondasi ekonomi dari negara ASEAN baik secara individu maupun secara bersamaan.

"Artinya dan perdagangan intra-kawasan ASEAN harus diperkuat fasilitasi perdagangan menjadi lebih penting dan UMKM diingatkan harus mendapatkan benefit dari integrasi ekonomi ASEAN," ujar dia.



Mantan Wali Kota Solo ini, lanjut Retno juga menyampaikan masalah percepatan negosiasi The Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

"Nah di tengah situasi dunia saat ini presiden menyatakan menjadi penting artinya ASEAN memiliki outlock mengenai masalah Indopasifik. Dan outlock ini mencerminkan sentralitas dan kekuatan ASEAN di dalam menghormati perdamaian dan budaya dialog dan juga memperkokoh kerjasama," kata Retno.

"Dan tadi yang terakhir presiden menyampaikan mengenai perkembangan gedung baru ASEAN, jadi sudah jadi tinggal detail interiornya, dan presiden menyampaikan insya Allah pada tanggal 8 Agustus pada saat ASEAN merayakan ultah yang ke-52 maka ASEAN sudah akan memiliki gedung baru yang cantik dan untuk menampung kerja ASEAN yang semakin berat," ungkap dia. (hek/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed