"Menteri Amran dan jajarannya juga sangat tanggap dalam penanggulangan bencana di semua daerah. Setiap kali ada bencana, Menteri Amran langsung turun tangan sehingga tak memberi sedikit pun ruang bagi para pengkritik untuk sebut Mentan tak memiliki rasa peduli terhadap bencana. Terlebih dampak bencana ini juga menimpa para petani," ujar Michael Wattimena dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/6/2019).
Sementara itu Anggota Komisi IV DPR Irwan Zulvikar pun mengatakan Mentan Amran melakukan terobosan yang luar biasa dalam menangani bencana alam di Lombok, Banten, Palu, Sulawesi Selatan dan Sultra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin juga mengapresiasi gerak cepat Mentan Amran membantu korban bencana alam di seluruh wilayah. Ia keberatan jika selama ini Kementan hanya membantu bencana alam yang melanda daerah tertentu di Sulawesi.
"Selama ini Kementan aktif merespon bencana alam apalagi untuk petani sangat luar biasa. Bantuan digalang dari dalam dan mitranya dalam waktu cepat dan jumlahnya besar. Tersalurkan juga dengan tepat ke posko bencana," ungkapnya.
Prof. Tjipta Lesmana menyayangkan adanya pengamat yang berpandangan Mentan Amran Sulaiman hanya mengedepankan bantuan kemanusiaan atau bencana yang melanda daerah Sulawesi.
"Itu adalah pendapat yang ngawur. Sebab menurut pengamatan saya, Mentan Amran sejauh ini selalu merespon semua bencana nasional yang ada di seluruh wilayah Indonesia, antara lain Lombok, Sulteng, Banten dan Lampung. Ia hadir dengan cepat untuk menyalurkan bantuan. Waktu Lombok dihantam bencana 2018, Mentan beserta mitranya menyalurkan bantuan lebih dari Rp 10 miliar," jelas Prof. Tjipta.
Kementan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana Donggala dan Tsunami Palu yang terjadi pada September 2018. Kementan mengirimkan 500 truk bantuan logistik senilai sekitar Rp 20 miliar kepada para korban.
"Masih banyak contoh lagi. Pendek kata saya nilai Pak Amran Menteri yang selalu peka dan langsung terjun berikan bantuan kepada rakyat kita yang kena musibah apa pun," tutur Prof. Tjipta. (ega/zlf)











































